Travel

7 Rekomendasi Tempat Wisata di Kota Semarang Cocok Dikunjungi saat Liburan Sekolah

Berikut ini rekomendasi 7 destinasi wisata di Kota Semarang yang cocok dikunjungi saat liburan sekolah. Liburan sekolah telah tiba untuk berwisata.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
hermawan handaka
Sejumlah warga menikmati wisata bersejarah di Semarang yaitu Kota Lama, Jumat (21/1/22). 

Kapal ukuran sedang disediakan untuk para pengunjung dengan tarif Rp 10 ribu per orang.

Ada pula wahana jet ski. Untuk menikmati paket wisata jet ski, pengunjung dikenai tarif mulai Rp 250 ribu sampai Rp 6 juta.

Berkeliling pantai Marina menggunakan jet ski, pengunjung bisa mengambil paket Rp 250 ribu selama 15 menit atau Rp 500 ribu selama 30 menit.

Selain menikmati wahana, pengunjung juga bisa bersantai di tepi pantai ataupun di gazebo sembari membeli makanan, camilan, dan minuman di lapak-lapak pedagang.

Kini tersedia pula cafe-cafe yang juga menyuguhkan kelapa muda, yang semakin membuat suasana pantai lebih terasa.

Di luar wahana, tiket masuk Pantai Marina terjangkau yakni Rp 5.000 per orang.

Sementara untuk memarkirkan kendaraan, dikenai tarif Rp 3.000 untuk roda dua dan Rp 5.000 untuk roda empat.

4. Kota Lama

Pejalan kaki menikmati keindahan Kota Lama Semarang, Kota Semarang, Sabtu (26/3/2022) malam.
Pejalan kaki menikmati keindahan Kota Lama Semarang, Kota Semarang, Sabtu (26/3/2022) malam. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA)

Berlibur ke Semarang kurang lengkap rasanya jika belum mengunjungi Kota Lama.

Kota Lama sebagai salah satu kawasan populer ini merupakan cagar budaya yang terdapat gedung-gedung tua bersejarah.

Tempat wisata ini dijuluki Little Netherland, menawarkan indahnya bangunan-bangunan bergaya arsitektur Eropa tahun 1700-an. Bangunan-bangunan tersebut merupakan saksi bisu sejarah masa kolonial Belanda.

Di kawasan ini, terdapat tempat-tempat ikonik yang sayang dilewatkan seperti Gereja Blenduk, Taman Srigunting, 3D Trick Art Museum, Semarang Contemporary Art Gallery, Gedung Oudetrap, De Spiegel, Marba, rumah akar samping Gedung Jiwasraya, Gedung Asuransi Jiwasraya, Gedung Bank Mandiri Mpu Tantular, dan lainnya.

Untuk memasuki Kawasan Kota Lama, pengunjung tak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk. Pengunjung hanya perlu mengeluarkan biaya untuk parkir.

Pengunjung bisa berkeliling hingga ke setiap sudut Kota Lama. Sementara itu, tersedia sepeda otoped yang bisa digunakan pengunjung. Untuk menggunakannya, pengunjung bisa mengunduh aplikasi gowes di Play Store.

Pengunjung bisa membayar dari gowes tersebut dengan top up minimal sebesar Rp 25.000. Adapun untuk bisa menggunakan sepeda tersebut pengunjung dikenakan tarif Rp 10 ribu.

Bagi pengunjung yang ingin berkuliner, di Kota Lama Semarang juga terdapat cafe-cafe maupun resto.

Sementara bagi yang ingin membeli oleh-oleh, terdapat pusat oleh-oleh seperti di Pasar Sentiling, District 22, dan ada pula Pasar Klithikan atau pasar antik. Pasar tersebut menyediakan berbagai barang antik yang siap membawa pengunjung bernostalgia.

5. Lawang Sewu

Suasana Lawang Sewu saat akhir pekan di tengah pemberlakukaan PPKM Level 2 di Kota Semarang, Sabtu (11/9/2021).
Suasana Lawang Sewu saat akhir pekan di tengah pemberlakukaan PPKM Level 2 di Kota Semarang, Sabtu (11/9/2021). (Tribun Jateng/Iwan Arifianto)

Lawang sewu menjadi satu di antara destinasi ikonik di Kota Semarang selain Kota Lama.

Gedung ini merupakan gedung bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Dikutip dari Heritage KAI, Lawang Sewu awalnya digunakan sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Bangunan Gedung Lawang Sewu dibangun secara bertahap, dimulai pada 27 Februari 1904 dan selesai pada Juli 1907. Sedangkan bangunan tambahan dibangun sekitar tahun 1916 dan selesai tahun 1918.

Bangunannya dirancang oleh Prof. Jakob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag, arsitek dari Amsterdam dengan ciri dominan berupa elemen lengkung dan sederhana.

Bangunan di desain menyerupai huruf L serta memiliki jumlah jendela dan pintu yang banyak sebagai sistem sirkulasi udara. Karena jumlah pintunya yang banyak maka masyarakat menamainya dengan Lawang Sewu.

Saat ini Gedung Lawang Sewu dimanfaatkan sebagai museum yang menyajikan beragam koleksi dari masa ke masa perkeretaapian di Indonesia.

Koleksi yang dipamerkan antara lain: koleksi Alkmaar, mesin Edmonson, Mesin Hitung, Mesin Tik, Replika Lokomotif Uap, Surat Berharga dan lain-lain. Lawang Sewu menyajikan proses pemugaran gedung Lawang Sewu yang terdiri dari foto, video, dan material restorasi. Mendekati pintu keluar, terdapat perpustakaan berisikan buku-buku tentang kereta api.

Selain menjadi tempat wisata sejarah, Gedung Lawang Sewu juga dapat disewa untuk kegiatan Pameran, Ruang Pertemuan, Pemotretan, Shooting, Pesta Pernikahan, Festival, Bazar, Pentas Seni, Workshop, dan lainnya.

Tempat wisata ini buka Senin - Jumat mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB. Sedangkan setiap akhir pekan atau hari libur buka mulai pukul 08.00 - 20.00 WIB serta dihadirkan pula live music.

Adapun untuk memasuki Lawang Sewu, pengunjung dikenai tarif Rp 20 ribu untuk dewasa, Rp 10 ribu untuk anak-anak, dan Rp 30 ribu untuk wisatawan mancanegara.

6. Klenteng Sam Poo Kong

Sejumlah pengunjung memadati komplek Klenteng Sam Poo Kong yang ada di Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (28/1/2022).
Sejumlah pengunjung memadati komplek Klenteng Sam Poo Kong yang ada di Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Jumat (28/1/2022). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

Klenteng Sam Poo Kong selain merupakan tempat ibadah, juga dikenal dengan tempat wisata yang ikonik di Kota Semarang.

Klenteng yang merupakan akulturasi budaya China dengan adat Jawa ini berlokasi di Jalan Simongan Raya nomor 129.

Dari situs Kelenteng Sam Poo Kong disebutkan, tempat itu untuk menghormati Laksamana Cheng Ho.

Laksamana Cheng Ho terlahir dengan nama Ma San Bao. Namanya diambil menjadi nama Kelenteng Sam Poo Kong. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (bahasa Mandarin) artinya adalah gua San Bao.

Pada 1406, armada Cheng Ho merapat di pantai Simongan, Semarang karena juru mudinya bernama Wang Jing Hong sakit keras. Selanjutnya, Cheng Ho menjadikan sebuah goa batu untuk tempat beristirahat dan mengobati Wang Jing Hong.

Sementara Wang tinggal di gua batu itu untuk beristirahat sepenuhnya, Laksamana Zheng He melanjutkan perjalanannya ke Timur. Dia perlu menyelesaikan misi perdamaian juga perdagangan keramik dan jamu.

Selama tinggal di Simongan, Wang Jing Hong memimpin anak buahnya untuk mencoba bertani, membangun rumah dan bergaul dengan penduduk setempat. Kegiatan perdagangan dan pertanian yang diprakarsai oleh Wang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal.

Dia mendapatkan rasa hormat tetapi Wang tidak pernah melupakan pemimpinnya. Pada 1417, Wang membangun patung Laksamana Zheng He di dalam gua batu. Sehingga penduduk setempat dapat mengingat dan mengirimkan penghormatan kepadanya.

Tempat wisata ini buka untuk umum mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

Harga tiket umum untuk pengunjung dewasa mulai dari Rp 10.000 pada hari biasa dan Rp 15.000 di akhir pekan. Sedangkan, anak-anak dikenakan tarif masuk Rp 5.000 pada hari basa dan Rp 10.000 saat akhir pekan.

Ada pilihan tiket terusan yang digunakan untuk pengunjung lebih banyak lokasi. Tarif tiket terusan untuk pengunjung dewasa mulai dari Rp 30.000 hari biasa dan Rp 35.000 akhir pekan. Sedangkan, anak-anak dikenakan tarif masuk Rp 15.000 hari biasa dan Rp 15.000 saat akhir pekan.

Tiket terusan itu yakni foto dengan kostum China, dan paket suvenir. Harga tiket promo Rp 65.000 per orang.

7. Goa Kreo

Pengunjung memadati area tempat wisata alam Goa Kreo yang terletak di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gunungpati, Kota Semarang pada hari ini, Senin (18/6/2018) atau H+3 lebaran.
Pengunjung memadati area tempat wisata alam Goa Kreo yang terletak di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gunungpati, Kota Semarang pada hari ini, Senin (18/6/2018) atau H+3 lebaran. (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)

Goa Kreo terletak di jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Tempat wisata ini tergolong unik dan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan wisata lainnya karena goa ini terbentuk secara alami.

Memasuki tempat wisata ini, pengunjung akan di menemui patung-patung monyet dan sekawanan monyet berekor panjang di sepanjang perjalananan. Pengunjung juga bisa memberikan makanan ke monyet-monyet tersebut.

Hal ini juga tidak lepas dari cerita yang beredar bahwa goa ini dahulu merupakan petilasan Sunan Kalijaga.

Dikisahkan saat itu sekawanan monyet ekor panjang membantu Sunan Kalijaga yang kesulitan memindahkan kayu yang akan digunakan membuat tiang Masjid Demak.

Monyet-monyet yang membantu itu ingin mengikuti Sunan, namun Sunan Kalijaga meminta mereka tetap tinggal.

Tak sampai di situ, pengunjung yang memasuki kawasan ini juga dapat menyaksikan spot-spot yang menawan.

Di antaranya yakni jembatan yang dibangun melintang untuk menyeberangi bendungan. Pengunjung dapat sambil berswafoto di jembatan estetik itu dengan pemandangan bendungan dan hijaunya pepohonan.

Di kawasan tersebut juga terdapat spot-spot buatan menarik seperti latar bunga sakura layaknya di Korea. Suasana ala Korea semakin terasa dengan menyewa pakaian tradisional Korea (hanbok) di sana. Sewa pakaian tersebut dikenai tarif Rp 15.000. Pengunjung bisa menggunakan properti tambahan seperti bunga dan boneka denan menambah biaya Rp 5.000 per item.

Spot-spot lain juga tersedia di sini seperti spot foto di atas awan dan rumah eskimo yang semakin menarik untuk dijadikan latar foto.

Harga tiket masuk wisata Goa Kreo dibanderol Rp 6.500 untuk hari kerja atau weekday dan Rp 8.000 untuk akhir pekan atau weekend dan tanggal merah.

Nah, itulah tujuh rekomendasi tempat wisata di Kota Semarang yang bisa jadi pilihan untuk liburan. Mana yang jadi pilihan pertamamu? (idy)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved