Teknologi

Google, Facebook, Twitter Bakal Diblokir Oleh Kemenkominfo karena Belum Daftar OSS

Sejumlah Penyelenggara Sistem elektronik (PSE) yang ada di Indonesia semisal google, facebook, twitter terancam diblokir oleh Kekemnkominfo.

Editor: m nur huda
Yudha Pratomo/KompasTekno
Logo Google pada bagian depan kantor Google di kawasan Mountain View, California, Amerika Serikat. Kemenkominfo ancam blokir sejumlah Penyelenggara Sistem elektronik (PSE) yang ada di Indonesia semisal google, facebook, twitter. 

TRIBUNJATENG.COM,  JAKARTA - Sejumlah Penyelenggara Sistem elektronik (PSE) yang ada di Indonesia semisal google, facebook, twitter terancam diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

PSE besar semisal google, facebook, twitter terancam diblokir karena belum melakukan pendaftaran melalui Online Single Submission (OSS) pada Kemenkominfo.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengingatkan PSE harus segera melakukan pendaftarannya sebelum 20 Juli 2022.

Johnny G. Plate mengatakan, pihaknya mengingatkan banyak PSE besar belum melakukan pendaftaran, seperti google, facebook, twitter yang belum melakukan pendaftran melalui Online Single Submission (OSS) pada kominfo.

“Jangan menunggu batas waktu berakhir, kalau berakhir jadi perusahaan tidak terdaftar akan berakibat tidak sehat bagi dunia usaha,” kata dia dalam Pernyataan pers di Gedung Kominfo, Senin (27/6/2022).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengingatkan kepada para PSE sejak 2 tahun lalu untuk mendaftar melalui OSS.

Dia menyatakan, bahwa setiap PSE yang ada di Indonesia termasuk dalam hal ini PSE besar seperti google, facebook dan twitter untuk tunduk pada ketentuan dan regulasi yang ada di Indonesia.

Dijelaskannya bahwa pendaftaran PSE merupakan amanat peraturan perundang - undangan Indonesia yaitu Pasal 6 Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik, serta Peraturan Menteri Kominfo No. 5 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan sistem elektronik lingkup privat.

Pihaknya juga akan menindak tegas PSE yang tidak melakukan pendaftaran. Pada level paling tinggi berupa pemutusan akses atau diblokir di Indonesia.

Pihaknya juga mengatakan hal ini bisa saja terjadi pada google meski google telah menjadi kebutuhan internet bagi setiap masyarakat Indonesia.

Katanya, hal ini merupakan bentuk dari ketegasan Indonesia sebagai negara yang memiliki ketegasan hukum. Keuntungan bagi masyarakat juga agar Indonesia bisa hadir untuk melindungi masyarakat Indonesia sebagai konsumen jika ada masalah.

Oleh karenanya dia menegaskan agar PSE segera melakukan pendaftaran, terlebih pihaknya bilang telah menginfokan pada PSE sejak dua tahun yang lalu.

“Pesan ini disampaikan secara tegas oleh menkominfo kepada para perwakilan PSE dan menteri meminta para perwakilan PSE untuk menyampaikan pesan ini kepada para eksekutif kantor pusat mereka,” tuturnya.(*Kontan)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved