PKK Kendal Bakal Diberdayakan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal menggandeng tim penggerak PKK untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba hingga tingkat desa.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Penandatanganan MoU BNNK dengan PKK Kendal dalam rangka cegah penyalahgunaan narkotika hingga tingkat desa, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal menggandeng tim penggerak PKK untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba hingga tingkat desa.

Kader PKK bakal terjun ke tingkat lapisan masyarakat terbawah yaitu keluarga untuk mencegah potensi penyalahgunaan narkoba, utamanya kalangan remaja.

Kepala BNNK Kendal, Anna Setiyawati mengatakan, penandatangan MoU antara BNNK dengan TP PKK sudah dilakukan.

Pihaknya berharap, kader PKK bisa masuk ke keluarga-keluarga untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba bagi kesehatan.

"PKK ini kami harapkan bisa membantu sosialisasi di tingkat keluarga. Supaya, upaya pencegahan bisa lebih maksimal, agar angka penyalahgunaan narkoba di Kendal bisa ditekan," terangnya, Rabu (29/6/2022).

Ketua TP PKK Kendal, Chacha Frederica mengatakan, kerjasama ini merupakan hal positif untuk kebaikan Kabupaten Kendal ke depan. 

Kata dia, kader PKK saat ini bisa digerakkan sampai ke tingkat desa dengan adanya struktur yang terarah. Sehingga, bisa menjadi mitra BNNK untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika.

"Nanti ke depan akan dikerjasamakan juga dengan TNI dan Polri dalam sosialisasinya," ujarnya. 

Chacha menjelaskan, saat ini akan fokus mengumpulkan data bagaimana karakter-karakter remaja di Kendal.

Kata dia, sebelum pendekatan dilakukan, tim membutuhkan data yang valid setiap keluarga dan personnya. Karena setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pula. 

"Harus melihat psikologi karakter masing-masing orang. Tidak ada alasan menggunakan narkoba, tidak semata-mata karena soal ekonomi, tapi lebih pada psikologi. Ini yang perlu dikhawatirkan, maka perlu dilakukan pendekatan parenting juga, supaya remaja dan anak lebih dekat lagi pada orangtua," tuturnya. (Sam)
 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved