Breaking News
Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Vaksin PMK Mulai Disuntikkan di Pati, Bupati Minta Warga Tak Khawatir Berlebihan

Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dinas Pertanian Pati Nikentri Meiningrum meninjau pelaksanaan vaksinasi PMK perdana pada hewan ternak di Desa/K

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda
Prokompim Setda Kabupaten Pati
Bupati Pati Haryanto meninjau pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) perdana pada hewan ternak di Desa/Kecamatan Pucakwangi, Selasa (28/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dinas Pertanian Pati Nikentri Meiningrum meninjau pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) perdana pada hewan ternak di Desa/Kecamatan Pucakwangi, Selasa (28/6/2022).

Haryanto menyampaikan, vaksinasi ini merupakan tindak lanjut pembentukan tim Penanganan Reaksi Cepat (PRC) untuk wabah PMK di Kabupaten Pati.

Sebelum vaksin PMK tersebut didapat, pemerintah daerah telah berupaya untuk menekan penularan PMK.

Selain Desa Pucakwangi, Haryanto juga mendatangi Desa Plosorejo dan Desa Karangrejo Lor.

Di Plosorejo terdapat beberapa ekor sapi yang terpaksa tidak jadi disuntik vaksin.

Hal ini lantaran ada beberapa bagian tubuh sapi yang diduga terkena virus PMK. 

Pemberian vaksin diganti dengan sejumlah paket obat-obatan.

"Alhamdulillah, kami sudah dapat bantuan vaksin dari pemerintah pusat. Meskipun saat ini jumlahnya belum begitu banyak, yaitu baru 4 ribu vaksin. Nantinya akan dibantu juga dari Pemda," ujar dia dalam keterangan tertulis pada Tribunjateng.com.

Empat ribu vaksin tersebut tidak dialokasikan ke seluruh kecamatan yang ada di Pati, melainkan hanya di beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori endemi, antara lain Juwana dan Cluwak.

Dengan jumlah yang terbatas, vaksinasi PMK memang diutamakan untuk sapi yang sehat. 

Tujuannya untuk mencegah agar sapi yang sehat tidak tertular sapi yang sakit.

"Sampai saat ini jumlah sapi di Pati yang mati akibat PMK sebanyak 50 ekor. Peningkatannya cukup tajam dalam kurun waktu sepekan, yang mana sebelumnya hanya 9 ekor, kini jadi 50 ekor," papar dia.

Menurut Haryanto, sebagian besar sapi yang mati adalah sapi yang masih kecil/anakan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuhnya tidak mampu melawan PMK.

"Sapi yang meninggal tersebut didominasi di dua kecamatan, yaitu Tlogowungu dan Margoyoso. Wilayah lain pun ada, namun untuk populasi yang banyak dari dua kecamatan tersebut. Semoga apabila yang sehat ini sudah disuntik, PMK tidak merambah ke ternak lain," ucap dia.

Haryanto berharap, dengan antisipasi melalui vaksin ini, PMK dapat teratasi layaknya kasus pandemi Covid-19.

Ia mengimbau pada seluruh camat dan kades untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tak perlu resah dan khawatir berlebihan. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved