Berita Viral

Belasan Santri Jadi Korban Pencabulan, Pelaku Guru dan Kakak Kelas, Pak RT Sampai Turun Tangan

Pelaku berjumlah lima orang dimana empat di antaranya adalah pengajar, sedangkan satu lainnya merupakan kakak kelas di pesantren tersebut

Editor: muslimah
via tribunnewsbogor
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus pelecehan seksual hingga pemerkosaan masih saja terus terjadi.

Di Kota Depok, sebelas santri menjadi korban.

Peristiwa terjadi di  pesantren yatim piatu yang ada di Kecamatan Beji.

Pelaku berjumlah lima orang dimana empat di antaranya adalah pengajar, sedangkan satu lainnya merupakan kakak kelas di pesantren tersebut.

Baca juga: Ingat Ponari Batu Ajaib? Dulu Penghasilan Sehari Bisa Rp 100 Juta, Kini Ungkap Perubahan Nasibnya

Baca juga: Mobil Bak Terbuka Terjun ke Jurang di Kejobong Purbalingga, Sopir: Tiba-tiba Sulit Dikendalikan

Tak tanggung-tanggung, korban dari ulah bejat para pelaku ini diduga mencapai 11 santri.

Namun demikian, hanya lima dari 11 korban yang berani bicara atas perbuatan pelaku terhadapnya.

"Dari 11 orang yang dilecehkan, yang berani untuk speak up hanya lima orang, tapi yang sekarang diperiksa oleh penyidik baru tiga orang," ujar Kuasa Hukum Korban, Megawati, pada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (29/6/2022) kemarin.

Sementara itu, Ketua RT di lokasi sekitar kejadian, Samsuri, mengatakan, dirinya belum mengetahui persis peristiwa pencabulan ini.

"Masalah kejadian itu (pencabulan belasan santri) saya belum tahu persis tanggal berapa dan bulan berapa," kata Samsuri pada wartawan di kediamannya, Kamis (30/6/2022).

"Cuma istilahnya karena ramainya sudah di medsos jadi pak ustad bilang tinggal menunggu kabar dari yang bersangkutan ranah hukum," timpalnya

Pagi tadi, Samsuri mengatakan dirinya sudah mendatangi pesantren tersebut.

"Tadi pagi udah kesana dalam arti untuk meredam masyarakat, belum ada kepastian juga karena kan baru hari Rabu kemarin Polda (petugas kepolisian) kesini," tuturnya.

Dari informasi yang ia dapat, Samsuri mengatakan bahwa kejadian ini bermula ketika ada salah seorang korban yang mengadu.

"Iya katanya ada anaknya (salah seorang korban) yang sakit, terus mau ngadu ke Polda. Katanya kan tiga orang (korban) lagi diperiksa," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved