PPDB Jateng

Disdikbud Jateng Buka Kanal Pengaduan Via Telepon dan Whatsapp, Total Selasa Sekitar 500 Aduan

Syamsudin menyatakan pihaknya membagi layer pengaduan PPDB melalui telepon dan WA.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Syamsudin Isnaini, S.STP., SH., selaku Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Syamsudin Isnaini, S.STP., S.H., Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah menyatakan pihaknya membagi layer pengaduan pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Ja

Pelayanan tamu terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Tengah dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Gedung B Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (29/6/2022).
Pelayanan tamu terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jawa Tengah dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Gedung B Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (29/6/2022). (Tribun Jateng/Amanda Rizqyana)

wa Tengah tahun 2022 melalui kabel telepon dan Whatsapp.

Ia menambahkan, pada 13 cabang Disdikbud dan di seluruh SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah juga dibuka posko pengaduan.

"Saat ini dimintakan rekapitulasi dari wilayah satuan pendidikan maupun cabang dinas, per Selasa (28/6/2022) pukul 12.00 direkap sekitar 200 telepon yang dilayani dan 300 pesan Whatsapp sehingga total sekitar 500 aduan," ujarnya pada Tribun Jateng di Kantor Disdikbud Jawa Tengah pada Rabu (29/6/2022).

Ia melihat, pengaduan tersebut menunjukkan sosialisasi dan kendala juga pada cabang dinas dan satuan pendidikan.

Pasalnya, bila pada cabang dinas maupun satuan pendidikan tidak bisa memberikan solusi, maka dinas induk yang mendapat limpahan aduan tersebut.

"Maka kami menyimpulkan atau berasumsi masyarakat terlayani dengan baik," ucap Syamsudin, S.H.

Adapun pengaduan paling banyak ialah terkait  posisi jalur pendaftaran, baik melalui zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua, dan prestasi.

Ia juga melihat permasalahan terbanyak tentang zonasi, terlebih ketentuan di dalamnya mensyaratkan lama tinggal minimal 1 tahun.

Sementara untuk prestasi relatif kondusif untuk semua kejuaraan dapat terakomodasi.

Adapun persyaratan pada jalur prestasi ialah prestasi rentang paling sedikit 6 bulan-3 tahun.

"Sementara jalur afirmasi sebagai anak tenaga kesehatan bisa teratasi karena bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, dan untuk masyarakat dari kalangan tidak mampu pun sudah terfasilitasi dan bekerja sama dengan Dinas Sosial," ungkap Syamsudin, S.H.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan PPDB nantinya tidak seluruh peserta bisa terfasilitasi di SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah.

Ia meminta orang tua juga harus mencari alternatif dan mendaftar ke sekolah lain bila tidak diterima di sekolah tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved