Berita Semarang
Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Tingkat SD Kota Semarang
Disdik Kota Semarrang menggelar Lomba MAPSI Tingkat Sekolah Dasar (SD) Kota Semarang.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarrang menggelar Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) Tingkat Sekolah Dasar (SD) Kota Semarang di SD Negeri Pekunden Kota Semarang pada Rabu (29/6/2022).
Lomba tersebut diikuti oleh SD dari 16 kecamatan di Kota Semarang
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar Disdik Kota Semarang Y Sapto Budi Utama, S.Pd., M.Pd.
Adapun kategori yang dikompetisikan antara lain Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Mapel PAI) putra, Mapel PAI putri, tilawah dan hifdzil Quran putra, tilawah dan hifdzil Quran putri, mocopat Islami putra, mocopat islami putri, rebana putra, rebana putri, sholat dan wudhu putra, sholat dan wudhu putri, tilawatil Quran putra, tilawatil Quran putri, Teknik Informasi dan Komunikasi Islam (TIKI), khitobah putra, khitobah putri, Cerdas-Cermat Terpadu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan umum, tarhim dan adzan.
"Peserta yang bertanding hari ini merupakan peserta yang lolos MAPSI tingkat kecamatan, dan nantinya yang menang di tingkat kota akan mewakili Kota Semarang di tingkat provinsi," ujarnya pada Tribun Jateng.
Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa dan meningkatkan kompetensi siswa.
Siswa diharapkan memiliki pengetahuan, perilaku, dan gerak sesuai dengan nilai-nilai Islami.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI Kota Semarang Wahyudi menambahkan bahwa perlombaan ini merupakan upaya untuk menggali bakat dan minat siswa.
Siswa dapat menyalurkan bakat dan minatnya pada keterampilan bernuansa islami dan membentuk diri menjadi pribadi yang berguna bagi nusa dan bangsa.
“Perlombaan ini untuk meningkatkan bakat dan minat anak sesuai prestasi bidangnya akademik maupun nonakademik." harap Wahyudi. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :