Pemerintah Siapkan Migor 300 Ribu Ton/bulan lewat PeduliLindungi

Dengan penggunaan PeduliLindungi, pemerintah pada dasarnya ingin fokus terhadap ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng curah di dalam negeri.

Editor: Vito
kompas
ilustrasi - Minyak goreng curah 

JAKARTA, TRIBUN - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan, sosialisasi dan masa transisi dari penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli Minyak Goreng Curah Rakyat (MGCR) telah dimulai awal pekan ini.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rachmat Kaimuddin mengatakan, pemerintah menjaga harga minyak goreng dari empat sisi, yaitu bagi masyarakat, produsen, distributor, dan pengecer melalui kebijakan yang sedang berjalan.

“Barang ini (MGCR) jumlahnya cukup banyak, yakni 300.000 ton per bulan, di mana diperuntukkan bagi masyarakat. Bukan untuk diselundupkan atau ditimbun,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Rabu (29/6).

Menurut dia, pemerintah pada dasarnya ingin fokus terhadap ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng curah di dalam negeri.

"Kita ini sedang melawan mekanisme pasar global, di mana sekarang harga minyak global sedang naik. Tetapi, pemerintah memutar otak agar minyak goreng bagi masyarakat tetap tersedia dan terjangkau harganya," katanya.

Karena itu, Rachmat berujar, muncul kebijakan penggunaan PeduliLindungi sebagai alat untuk membeli minyak goreng, dan sebagai upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan.

"Kebijakan ini tidak dilakukan untuk mempersulit. Kami mencari solusi yang sudah sering digunakan masyarakat, yaitu dengan PeduliLindungi, dan sambil jalan sistemnya, kami ingin ada kontrol," tandas Rachmat.

Rachmat sempat menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli MGCR sebagai upaya untuk mencegah penimbunan komoditas tersebut.

Menurut dia, membeli minyak goreng curah menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masih berpotensi terjadi penimbunan.

"Bagaimana mencegah supaya tidak ada yang nimbun gitu? Makanya kami waktu itu lihat, saat ini kita punya teknologi yang sudah matang, yaitu PeduliLindungi. PeduliLindugi telah dipakai oleh 90 juta masyarakat Indonesia," katanya, secara virtual, dalam konferensi pers Sosialisasi Minyak Goreng, Selasa (28/6).

"Kita niatnya bukan membuat sulit atau ribet, tapi mencari solusi. Tujuannya adalah untuk kontrol. Karena barang ini (minyak goreng-Red) tidaklah unlimited, 300.000 ton ini digunakan untuk masyarakat," tambahnya.

Rachmat meuturkan, dengan menggunakan PeduliLindungi, NIK yang ada dalam aplikasi tersebut telah diverifikasi serta teridentifikasi keasliannya oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

"Setiap penggunanya pasti telah mendapatkan (memiliki) NIK, dan NIK-nya itu telah diverifikasi di Disdukcapil. Kalau KTP, bisa jadi KTP-nya palsu, kalau dicek ke Disdukcapil pasti sulit. Kalau menggunakan PeduliLindungi itu sudah diverifikasi. Jadi kita tahu, NIK-nya ini sudah benar," jelasnya.

Ia menyebut, PeduliLindungi bisa memuat NIK satu keluarga. Mantan Bos Bukalapak itu berujar, satu keluarga juga diperbolehkan membeli minyak goreng curah sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 14.000/liter atau Rp 15.500/kg.

"Baiknya lagi, di PeduliLindungi bisa triple NIK juga. Jadi bisa itu satu keluarga. Jadi beli minyak goreng untuk sekeluarga sekaligus itu juga bisa, dimungkinkan di aplikasi ini," jelasnya.

Adapun, membeli minyak goreng curah menggunakan PeduliLindungi cukup melakukan pemindaian ke arah QR Code yang telah tersedia di warung-warung penjual, atau pengecer yang terdaftar di Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah 2.0) atau Pelaku Usaha Jasa Resmi dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan Gurih.

Sejak Senin (27/6), pemerintah telah melakukan sosialisasi dan masa transisi terkait penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk membeli minyak goreng curah rakyat hingga 2 minggu ke depan.

Namun selama masa transisi, pembelian migor curah masih diperbolehkan menunjukkan NIK. Hingga saat ini, daftar pengecer yang terdaftar oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah mencapai angka 40.000.

Seluruh daftar pengecer ini dapat dilihat melalui tautan minyakgoreng.id atau melalui https://linktr.ee/minyakita. (Tribunnews/Yanuar Riezqi Yovanda/Kompas.com/Ade Miranti Karunia)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved