Berita Kudus

Peternak Sapi Perah di Kudus Gembira Adanya Vaksin PMK

Peternak sapi perah di Kudus harus menelan pil pahit selama wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang hewan ternak

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Petugas tengah menyuntikkan vaksin PMK kepada sapi perah di sentra ternak sapi di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Kamis (20/6/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Peternak sapi perah di Kudus harus menelan pil pahit selama wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) menyerang hewan ternak.

Sebab, mereka mengalami kerugian lantaran tidak bisa mendatangkan sapi baru yang lebih produktif susunya.

Seorang peternak sapi perah di Kudus, Zainal Abidin, mengaku resah selama PMK mewabah.

Dia tidak berani mendatangkan sapi baru yang produksi susunya lebih melimpah.

Hal itu acap kali dia lakukan, dalam sebulan bisa dua ekor dia menukarkan sapinya dengan sapi baru yang lebih produktif dari Boyolali.

“Pastinya sangat resah karena mudah sekali menular. Penanganannya pun cukup sulit, karena ada yang mati juga,” kata Zainal peternak di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kamis (30/6/2022).

Untuk sapi miliknya yang tidak produktif lagi laku Rp 18 juta per ekor. Sedangkan saat dia mendatangkan sapi baru yang produktif susunya dari Boyolali, harganya Rp 25 juta.

“Itu sapi afkir yang sudah tidak bisa mengeluarkan susu harganya pasti turun,” kata dia.

Berhubung tidak bisa menukar sapi lama dengan sapi baru yang lebih produktif, maka produksi susu dari 19 ekor sapi miliknya pun mengalami penurunan.

Dari yang semula produksi susu dari sapi miliknya mencapai 200 liter per hari, kini hanya mampu 170 liter per hari.

“Untuk harga susu memang masih bagus. Pemasaran susu dari kendang ini di Kudus dan Jepara,” katanya.

Kini vaksin PMK sudah mulai disuntikkan. Di Kudus yang menjadi prioritas untuk disuntik vaksin yakni sapi perah. Termasuk 19 ekor sapi perah milik Zainal yang kondisinya sehat juga telah divaksin.

Sebab, vaksin hanya disuntikkan untuk hewan ternak yang sehat.

“Saya sangat bersyukur, saya tidak meminta ada (PMK) itu. Tapi ini ada vaksin saya lebih gembira. Semoga dari vaksin PMK bisa membuat kebal jadi ada PMK Sudah tidak bisa menular,” kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved