Warga Desa Gandarum Kajen Tradisi Sedekah Bumi
Tradisi sedekah bumi di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah kembali dilaksanakan.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Tradisi sedekah bumi di Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah kembali dilaksanakan.
Sedekah bumi adalah tradisi yang setiap tahun digelar di desa tersebut, sebagai bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT atas semua karunia yang diberikan oleh masyarakat Desa Gandarum.
Dalam kegiatan itu, masyarakat di masing-masing dukuh yang ada di Desa Gandarum berjalan kaki membawa atau mengarak gunungan hasil bumi seperti buah-buahan, sayuran, dan palawija.
Pantauan Tribunjateng.com, Kamis (30/6/2022) antusias warga bukan hanya ingin melihat gunungan hasil bumi, namun juga menyaksikan kreatifitas budaya yang ditampilkan masing masing dukuh. Seperti tarian maupun berbagai pakaian yang dikenakan peserta arak arakan.
Gunungan hasil bumi itu diarak hingga depan balai desa, belasan gunungan hasil bumi yang diarak diletakkan dan dinilai oleh panitia. Gunungan yang dinilai bagus yang menjadi pemenangnya dan mendapatkan piala dan uang pembinaan.
Di akhir acara, gunungan hasil bumi ini menjadi rebutan warga. Selain gratis, warga memperbutkan gunungan lantaran dianggap bisa menjadi berkah. Seperti yang dikatakan Tri Mulyani (50) warga RT 3 RW 8, Desa Gandarum, Kecamatan Kajen, mengatakan, ia sengaja ikut memperebutkan gunungan palawija biar mendapatkan berkah.
"Tadi sempet desak-desakan dan susah, alhamdulillah dapat brokoli, nanas, tomat, jambu, dan waluh. Ngalap berkah mas," kata Tri Mulyani.
Ia sempat menunggu sejak pagi agar bisa ikut memperebutkan gunungan tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Gandarum, Agus Suyodono mengatakan tujuan sedekah bumi atau legenonan ini sebagai bentuk rasa syukur warga kepada Allah SWT yang telah memberikan rizki melimpah.
Kemudian juga berdoa supaya kondisi desa aman, tentram, gemah ripah loh jinawi.
''Kegiatan ini juga bisa dijadikan wahana masyarakat untuk bersilaturahmi dan gotong royong,'' katanya.
Apabila masyarakatnya rukun dan guyub, maka suasana di lingkungan desa juga menjadi aman dan nyaman. Selain itu juga dapat meningatkan gotong royong warganya, karena dalam menggelar acara tersebut melibatkan warga dengan cara bergotong royong.
"Dua tahun kan memang tidak ada acara seperti ini. Sehingga, kegiatan ini baru dilakukan dan sangat meriah sekali," imbuhnya.
Perayaan tradisi ini, khususnya di Desa Gandarum baru kali pertama dilakukan sehingga antusias masyarakat yang datang untuk menyaksinan legenonan luar biasanya banyaknya.
Mereka rela berpanas panasan menunggu rombongan warga yang memanggul gunungan hasil bumi serta penampilan kreasi budaya.
"Insya allah, setiap tahunnya tradisi ini akan kami selenggarakan di desa kami," tambahnya. (Dro)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sedekah-bumi-gandarum-kajem.jpg)