Universitas Semarang

USM Gelar Launching Satgas Konseling Mahasiswa dan Satgas PPKS

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dibentuk berdasarkan Permendikbud No.30 Tahun 2021

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: galih permadi
IST
Wakil Rektor I USM Prof Budi Wahyuningsih MP dan Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHi MH pada saat acara 

TRIBUNJATENG.COM - Sebagai bentuk menindaklanjuti Permendikbud No.30 Tahun 2021, Satgas Konseling dan PPKS Universitas Semarang menggelar Hybrid Seminar dalam rangka Launching Satuan Tugas (Satgas) Konseling Mahasiswa dan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Semarang, pada Kamis (30/6).

Foto bersama usai acara
Foto bersama usai acara (IST)

Hybrid Seminar tersebut bertema Menciptakan Lingkungan Akademik yang Beradab dan Humanis melalui Kewenangan Satgas PPKS dan Konseling Mahasiswa, yang berlangsung di Aula Gedung Prof Ir Joetata, Lantai 6 Universitas Semarang.

Kegiatan tersebut telah dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko SH MH secara online melalui via zoom.

Serta beberapa jajaran Universitas Semarang, antara lain Wakil Rektor I USM Prof Budi Wahyuningsih MP, Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHi MH, Kepala Badan Penjaminan Mutu (BPM) Universitas Semarang Dr Ardiani Ika Sulistyowati SE MM Akt CA CPA, para Dekan, serta delegasi perwakilan Organisasi Mahasiswa (ORMA) USM.

Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dibentuk berdasarkan Permendikbud No.30 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan Perguruan Tinggi.

Adapun Satuan Tugas (Satgas) Konseling Mahasiswa dibentuk agar dapat membantu mahasiswa dengan mengiringi proses perkembangannya melewati masa-masa di perguruan tinggi, sehingga terhindar dari kesulitan, dapat mengatasi kesulitan,membuat penyesuaian yang baik, dan membuat arah diri hingga mencapai perkembangan yang lebih optimal.

Sambutan Rektor USM Dr Supari ST MT yang diwakili oleh Dr Muhammad Junaidi menyatakan, acara ini adalah bentuk tindak lanjut dari Permendikbud No.30 Tahun 2021 yang pada esensinya terkait dengan penanganan masalah kekerasan seksual di lingkungan kampus.

"Acara ini adalah bentuk tindak lanjut dari Permendikbud No.30 Tahun 2021 yang pada esensinya terkait dengan penanganan masalah kekerasan seksual di lingkungan kampus," ucap Wakil Rektor III USM, dalam sambutannya.

"Atas perintah dari LLDIKTI memberikan suatu surat, bahwa untuk kampus segera membentuk Satgas PPKS dan melaksanakan yang tertuang pada Permendikbud No.30 Tahun 2021.

Sesuai petunjuk teknis yang sama, Universitas Semarang melakukan gerak cepat, sesuai dengan mekanisme bahwa Satgas PPKS tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus didukung dengan lembaga konseling," ujarnya.

Maka, terbentuknya lembaga layanan konseling di Universitas Semarang yang akan terpadu dengan PPKS.

"Jadi, jika terjadi kasus kekerasan seksual, pada satu sisi Satgas PPKS dapat menangani serta pada satu sisi lembaga konseling menindaklajuti dari beberapa hal yang menjadi rekomendasi, sesuai Permendikbud PPKS," imbuhnya.

Sebelum terlaksananya launching Satgas PPKS dan Lembaga Konseling ini, kedua lembaga ini telah melakukan tugas serta telah menangani bebarapa kasus kekerasan seksual.

Bhimo Widyo Andoko menjadi keynote speaker menjelaskan, di Indonesia sudah terdapat 4.660 kasus kekerasan seksual dari berbagai kalangan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved