PT Semen Gresik

Jadi Mitra Binaan Semen Gresik, Difabel Bos Makanan Ringan Ini Raih Omzet Puluhan Juta

Terlahir dari keluarga petani dan menyandang disabilitas, tak menghalangi Saroni untuk berdikari serta mengubah keadaan.

Editor: abduh imanulhaq
SEMEN GRESIK
Saroni berpose di depan berbagai produk makanan ringan miliknya yang mendapatkan program pendampingan dan pelatihan UMKM Kokoh oleh Rumah BUMN Rembang 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG – Terlahir dari keluarga petani dan menyandang disabilitas, tak menghalangi Saroni berdikari mengubah keadaan.

Di tengah keterbatasan, lelaki kelahiran Rembang, 11 Januari 1992 ini merintis usaha di bidang produksi dan packaging makanan ringan dengan nama UD Orselo.

Nama tersebut berasal dari kata ‘Orang Dukuh Selo’ diambilkan alamat tempat tinggalnya di Dukuh Selo, Desa Pelang, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

Potret Saroni di Rumah BUMN Rembang bersama brand Orselo miliknya. Berkat mentoring dari Semen Gresik lewat RB, omzet UD Orselo naik 50 persen hingga Rp. 10 jutaan per bulan. (Senin, 4 Juli 2022).
Potret Saroni di Rumah BUMN Rembang bersama brand Orselo miliknya. Berkat mentoring dari Semen Gresik lewat RB, omzet UD Orselo naik 50 persen hingga Rp. 10 jutaan per bulan. (Senin, 4 Juli 2022). (IST)

Pertama kali merintis, kemasan produknya masih sederhana dan sistem pemasaran pun tergolong konvensional.

Namun sejak 2019, ada secercah harapan ketika Rumah BUMN Rembang (RB) yang diinisiasi PT Semen Indonesia (Persero)Tbk (SIG) dan PT Semen Gresik (PTSG) berdiri.

Usaha UD Orselo berkembang, setelah dirinya bergabung menjadi mitra binaan RB Rembang.

Potret Saroni di Rumah BUMN Rembang bersama brand Orselo miliknya. Berkat mentoring dari Semen Gresik lewat RB, omzet UD Orselo naik 50 persen hingga Rp. 10 jutaan per bulan. (Senin, 4 Juli 2022).
Potret Saroni di Rumah BUMN Rembang bersama brand Orselo miliknya. Berkat mentoring dari Semen Gresik lewat RB, omzet UD Orselo naik 50 persen hingga Rp. 10 jutaan per bulan. (Senin, 4 Juli 2022). (IST)

Di RB ini, UKM-nya mendapatkan program pendampingan dan pelatihan agar usaha bisnisnya naik kelas.

Beberapa manfaat yang diproleh, di antaranya terkait packaging dan izin usaha, pelatihan pengembangan usaha, dan kesempatan untuk ikut serta dalam UMKM Kokoh.

‘’Ilmu yang diberikan oleh para mentor melalui pelatihan di RB Rembang mengubah mindset saya tentang bisnis yang baik. Berkat mentoring dari Semen Gresik lewat RB, omzet UD Orselo naik 50 persen hingga Rp. 10 jutaan per bulan. Saya berterima kasih kepada Semen Gresik atas pendampingan ini,’’ jelas Saroni, Senin (4/7).

Saroni berkesempatan berdialog dengan Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz, pada pagelaran malam penghargaan TOP 10 UMKM Kokoh Award 2021. (Minggu, 12 Desember 2021).
Saroni berkesempatan berdialog dengan Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz, pada pagelaran malam penghargaan TOP 10 UMKM Kokoh Award 2021. (Minggu, 12 Desember 2021). (IST)

Selama menjalin kemitraan, kata Saroni, pihaknya dibantu untuk mengembangkan Jejaring dengan para pelaku UKM, sektor pemerintah, dan para tokoh.

Saroni juga mengaku menjadi lebih percaya diri karena fasilitator dan mitra lainnya tidak pernah menganggapnya berbeda.

Senior Manager Komunikasi dan CSR PTSG, Dharma Sunyata, menyatakan apresiasi terhadap pencapaian UD Orselo yang kian berkembang pesat.

Dia menandaskan, pendampingan kepada difabel yang menekuni bisnis UKM sebagai bentuk dukungan dan komitmen perusahaan atas terciptanya masyarakat inklusif yang peduli pada kesejahteraan kaum difabel di wilayah operasional perusahaan.

Saroni berkesempatan berdialog dengan Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz, pada pagelaran malam penghargaan TOP 10 UMKM Kokoh Award 2021. (Minggu, 12 Desember 2021).
Saroni berkesempatan berdialog dengan Bupati Rembang, H.Abdul Hafidz, pada pagelaran malam penghargaan TOP 10 UMKM Kokoh Award 2021. (Minggu, 12 Desember 2021). (IST)

Nilai manfaat program pemberdayaan, kata Dharma, yaitu menguatkan kapasitas usaha kelompok disabilitas di wilayah Rembang dan Blora untuk mencapai kemandirian, serta menciptakan ekosistem sosial sehat dan ekonomi meningkat yang berkelanjutan.

‘’Sahabat difabel kami beri kesempatan yang sama untuk mengikuti kompetisi UMKM KOKOH sebagai bentuk apresiasi terhadap UKM mitra yang mau berkembang bersama RB Rembang,’’ tandas Dharma.

Lanjut Dharma, selama pendampingan, difabel mendapatkan berbagai improvement, baik secara kemasan, brand, maupun manajemen produksi.

UKM yang bermitra dengan RB Rembang mayoritas bergerak di kerajinan bonggol jagung, kerupuk rambak, kacang bawang, pangsit, kerupuk pati, kopi, hand sanitizer, konektor masker, hingga fashion. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved