Berita Pekalongan

Laboratorium Kemiskinan Pemkab Pekalongan Masuk Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Kelompok Khusus

Laboratorium Kemiskinan sebagai inovasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali berkompetisi dalam ajang Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
istimewa
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian saat penilaian presentasi dan wawancara dihadapan tim penilai independen kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP SINOVIK) tahun 2022, di ruang rapat Bupati Pekalongan secara virtual, Selasa (5/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Laboratorium Kemiskinan sebagai inovasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali berkompetisi dalam ajang Finalis Top Inovasi Pelayanan Publik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD tahun 2022 kategori kelompok khusus yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB).

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar memaparkan, dalam pelaksanaanya laboratorium kemiskinan memiliki anggaran khusus, database yang rapi, dan terstruktur berdasarkan desa dan kecamatan.

"Adapun proses kami membangun kolaborasi pentahelik dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa, masyarakat peduli, pengusaha, dan dunia pendidikan melalui KKN khusus maupun program tematik lainnya," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar usai penilaian presentasi dan wawancara di hadapan tim penilai independen kompetisi inovasi pelayanan publik (KIPP SINOVIK) tahun 2022, di ruang rapat Bupati Pekalongan secara virtual, Selasa (5/7/2022).

Pihaknya mengungkapkan, awalnya kompetisi ini diikuti oleh sebanyak total 229 proposal inovasi yang memenuhi persyaratan dari berbagai kementerian, lembaga, provinsi, kabupaten dan Kota di Indonesia.

Setelah melalui proses penyaringan ketat oleh tim penilai independen, saat ini hanya tersisa 99 kelompok umum dan top 15 kelompok khusus terbaik dimana Kabupaten Pekalongan masuk kedalam kategori kelompok khusus dengan programnya yaitu laboratorium kemiskinan.

"Kami juga memetakan kemiskinan masyarakat, berdasarkan topografi wilayah sehingga terumuslah laboratorium kemiskinan," imbuhnya.

Sekda Yulian Akbar mengungkapkan, saat ini laboratorium kemiskinan telah diimplementasikan di 8 desa sejak 2018 dan telah mendapat dukungan dari kementerian, pemerintah provinsi, lembaga, serta hampir 10 perguruan tinggi ikut mendukung program tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya akan konsisten menjalankan progam laboratorium kemiskinan ini.

"Kami masih istiqomah, masih konsisten,terhadap program tersebut dan ini adalah kolaborasi seluruh elemen masyarakat baik maupun dunia usaha secara keseluruhan mendukung laboratorium kemiskinan," imbuhnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved