Berita Sukoharjo

Mengenal Program IP 400 di Sukoharjo, Setahun Bisa Tanam dan Panen Padi 4 Kali

Kabupaten Sukoharjo terpilih menjadi salah satu daerah pelaksana program IP 400.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul muzaki
Panen perdana padi IP 400 di Sukoharjo bersama Mentan, akhir Juni lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Kabupaten Sukoharjo terpilih menjadi salah satu daerah pelaksana program IP 400.

Melalui program Indek Pertanaman (IP) 400, hasil panen meningkat yang berefek pada kesejahteraan petani. 

Dari biasanya hanya dua atau tiga kali tanam dan panen, dengan program itu bisa menjadi empat kali tanam dan empat kali panen setahun. 

Sukoharjo mulai melaksanakan program IP 400 pada tahun 2021 seluas 2.088 hektare dengan hasil signifikan, yakni ada kenaikan produksi pada tahun tersebut.

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan, pada tahun 2022, lahan yang dipakai untuk program IP 400 semakin meluas. 

“Karena terdapat peningkatan produksi dan pendapatan bagi petani, maka pada tahun 2022 respon petani terhadap Program IP 400 semakin meningkat sehingga luas lahan menjadi 10.000 hektare,” jelasnya

Bupati menyampaikan, untuk hasil panen, musim tanam 1 yang lalu, produktivitas mencapai 73,21 kuintal/hektare Gabah Kering Giling (GKG), dengan varietas mayoritas Inpari 32.

Pada musim tanam 2 ini,   produktivitas mencapai 70,6 kuintal/ hektare Gabah Kering Giling (GKG). Hasil musim tanam 2 sedikit menurun disebabkan serangan hama Wereng Batang Coklat.

“Upaya untuk mendukung keberhasilan Program IP 400 adalah dengan cara menarik minat petani agar tidak membiarkan lahannya “bero”, "katanya

Menurutnya, petani di Kabupaten Sukoharjo sangat responsif terhadap teknologi baru ini. 

Sehingga, dalam rangka mensukseskan Program IP 400 tersebut, para petani secara swadaya dan dari Pemerintah Desa menganggarkan Dana Desanya untuk pengadaan benih padi super genjah di Musim Tanam ke-1.

Ia pun berharap bantuan benih padi super genjah dari Kementerian Pertanian  untuk musim tanam selanjutnya, agar dalam hitungan 1 tahun dapat terealisasi tanam dan panen 4  kali. 

Pemerintah juga diharap bisa membantu pemasaran hasil panen padi super genjah. Sebab beras yang dihasilkan dari padi super genjah merupakan varietas baru. 

Sehingga banyak yang meragukan, penjualan hasilnya lebih rendah dibandingkan  varietas yang biasa ditanam petani. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved