Berita Pekalongan

Ratusan Sapi di Pekalongan Sudah Terima Vaksin PMK

Pemerintah Kabupaten Pekalongan akhirnya melakukan vaksinasi PMK untuk hewan ternak.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh Arif Rahman 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemkab Pekalongan akhirnya melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk hewan ternak. Namun, tahap pertama ini baru diprioritaskan untuk sapi perah.

Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh Arif Rahman mengatakan, bahwa program vaksinasi hewan ternak ini akan difokuskan pada sapi perah dan dilanjutkan oleh sapi bibit.

Sedangkan untuk sapi potong dan lainnya, akan menyusul setelah semua sapi perah dan bibit selesai dilakukan vaksinasi.

"Kami sudah melakukan vaksin PMK pada Kamis (30/6/2022). Kita dapat 2.000 dosis vaksin dari Pemprov Jateng."

Oleh karena itu, yang mendasari DKPP mesti membagi prioritas. Sapi perah jadi yang pertama, setelah itu baru ke peternak-peternak lain," kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Drh Arif Rahman, Selasa (5/7/2022).

Vaksinasi hari pertama dilakukan di empat kecamatan. DKPP pun membagi kelompok menjadi empat tim, didampingi TNI dan Polri. Salah satunya di Kecamatan Tirto. Hingga saat ini, dari 2000 dosis, sudah 845 dosis disuntikkan. 

"Itu tersebar di Kecamatan Paninggaran, Lebakbarang, Kandangserang, Wiradesa, Tirto, Bojong, dan Kesesi," imbuhnya.

Menurutnya,  untuk pelaksanaan vaksinasi hewan di Kabupaten Pekalongan ini masih tergolong standar selama empat hari, yaitu dengan capaian vaksinasi sekitar 200 ekor sapi per hari.

Jadi, yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program vaksinasi hewan ternak di Kabupaten Pekalongan, saat ini adalah keberadaan hewan ternak yang tersebar di berbagai kecamatan dengan kondsi geografis yang berbeda-beda.

"Untuk kendala yang berarti ya hanya itu sulitnya medan, untuk mengakses ke kandang ternak yang membuat capaian vaksinasi tidak maksimal, karena memang posisi ternak-ternak kita menyebar dengan lokasi geografis yang jauh-jauh."

"Jadi tergantung lokasinya mudah diakses atau tidak disini yang menjadi penentu keberhasilan program vaksinasi hewan," imbuhnya.

Pihaknya menambahkan, ternak-ternak yang sudah pernah terjangkit PMK lalu sembuh ada di prioritas selanjutnya.

Sebab, kata dia, asumsinya ternak yang pernah terjangkit itu sudah timbul imun. Sementara, ternak yang akan dijual untuk kurban, tidak akan divaksin. 

"Karena percuma, kan mau dipotong. Sebab informasinya, vaksin ini baru menimbulkan kekebalan pada empat sampai lima hari setelah divaksin," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved