BNNK Kendal Ajak Remaja Perangi Narkoba Lewat Posyandu

BNNK Kendal mulai merangkul remaja untuk bersama-sama menanggulangi dan mencegah bahaya narkoba, melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
istimewa
Remaja Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal mengikuti sosialisasi tentang bahaya narkoba melalui posyandu, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Berbagai upaya dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kendal untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba. 

BNNK Kendal mulai merangkul remaja untuk bersama-sama menanggulangi dan mencegah bahaya narkoba, melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Remaja. Sebab, kalangan remaja menjadi salah satu penyumbang terbesar angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Kendal, Sapto Nugroho mengatakan, langkah pencegahan pertama bisa dilakukan dengan melibatkan anak muda yang bisa mengajak lingkungannya memerangi bahaya narkoba.

Kata dia, bahaya narkotika, psikotropika dan beberapa jenis obat-obatan terlarang lainnya kian meresahkan di kalangan remaja. Untuk itu, perlu peran serta dari kalangan remajalah sebagai agen perubahan. Ditambah dukungan keluarga, pemerintah, dan lingkungan sekitar. 

"Kedekatan remaja dengan lingkungannya menjadi peran penting untuk pencegahan serta menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak muda," terangnya, Kamis (7/7/2022).

Selanjutnya, kata Sapto, remaja terpilih akan menjadi agen penyuluhan tentang bahaya narkoba. Dengan cara, bersinergi bersama posyandu remaja di masing-masing desa. 

"Salah satunya kami sudah bersinergi dengan posyandu remaja Desa Protomulyo, Kaliwungu Selatan. Dengan ini, penyampaian pesan pencegahan narkoba akan lebih mudah jika dilakukan oleh kalangan remaja langsung," kata dia.

Sapto mengatakan, konsep sasaran teman sebaya lebih efektif dilakukan untuk menyampaikan pesan, dibandingkan dengan sosialisasi formal. Pesan disampaikan dengan konsep ngobrol santai sembari bermain, sehingga lebih mudah terserap. 

Dia berharap, dengan menggandeng anak muda ini lebih memberikan motivasi dan variasi dalam hal upaya pencegahan narkoba. Pihaknya berharap, konsep kegiatan ini bisa diterapkan berlanjut dari satu desa ke desa lainnya untuk memberikan motivasi kepada generasi muda.

Pegiat anti narkoba Desa Protomulyo, Teguh Adi Prasojo mendukung penuh kegiatan bersinergi antara posyandu remaja dengan BNN Kabupaten Kendal.

Dia berharap, bekal yang diberikan petugas BNNK Kendal bisa ditularkan/disampaikan kepada remaja lainnya melalui cerita-cerita ringan. 

"Kami berharap, remaja yang sekarang ikut kegiatan, nantinya bisa bercerita kepada temannya tentang bahaya narkoba. Mulai dari teman sebaya akan lebih mudah menyampaikan pesan dari pada melakukan sosialisasi langsung kepada seluruh warga," jelas dia.

Diketahui, posyandu remaja merupakan satu kegiatan berbasis kesehatan masyarakat khusus remaja. Tujuannya untuk memantau dan melibatkan kaum remaja demi peningkatan kesehatan dan taraf hidup masyarakat.

Tiap dusun atau RW dapat menggelar posyandu remaja dengan beranggotakan maksimal 50 orang. Dengan kriteria usia antara 10-18 tahun, mau bekerja sukarela menjadi kader, dan berdomisili di lokasi setempat. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved