Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Nabi Ibrahim AS yang Dibakar Hidup-hidup dan Mukjizatnya

Inilah cerita 25 nabi dan rasul, mengisahkan tentang mukjizat Nabi Ibrahim AS yang dibakar hidup-hidup.

Tayang:
Penulis: non | Editor: galih permadi
YouTube
Cerita Nabi Ibrahim AS yang Dibakar Hidup-hidup dan Mukjizatnya 

Cerita Nabi Ibrahim AS yang Dibakar Hidup-hidup dan Mukjizatnya

 

TRIBUNJATENG.COM - Inilah cerita 25 nabi dan rasul, mengisahkan tentang mukjizat Nabi Ibrahim AS yang dibakar hidup-hidup.

 

Nabi Ibrahim adalah putra Azar (Tarih) bin Tahur bin Saruj bin Rau’ bin Falij bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Ham bin Nuh.

 

la dilahirkan di “Faddam Aram”, Kerajaan Babylon.

 

Wilayah tersebut diperintah oleh Raja Namrud bin Kansan.

 

Selama hidupnya, Ibrahim sering berpindah tempat dalam melakukan dakwah.

 

Mulai daerah Babylon, Kansan (Palestina), Mesir dan Mekah.

 

Nabi Ibrahim wafat di Al Khalil (Hebron), Palestina.

 

Ibrahim merasa tenang dan bahagia karena telah menemukan kebenaran dan keyakinan tentang Tuhan.

 

Ketika ia pulang dan melihat kaumnya masih menyembah berhala, hatinya menjadi gundah.

 

Ia ingin menunjukkan kebenaran kepada mereka.

 

Mulanya ia berdakwah kepada keluarganya sendiri.

 

Bagi Ibrahim, itu tidaklah mudah, apalagi ayahandanya adalah seorang pembuat berhala.

 

Namun, Ibrahim tetap melakukannya.

 

“Wahai, ayahanda!” serunya. “Mengapa ayahanda menyembah berhala sebagai Tuhan? Padahai, ayahanda sendiri yang membuatnya?”

 

Selain kepada keluarganya sendiri, Ibrahim juga menyeru kaumnya. Ibrahim mengajak mereka keluar dari kesesatan penyembahan berhala.

 

“Wahai kaumku! Sembahlah Allah SWT dan tinggalkanlah penyembahan berhala! Hanya Allah SWT yang harus kalian sembah!” seru Ibrahim.

 

Namun, mereka menolak dengan tegas. Bahkan ayahnya marah-marah dan mengancam akan mengusir Ibrahim dari rumah jika tetap meneruskan dakwahnya itu.

 

“Hai Ibrahim, mengapa kamu mengajak kami meninggalkan peribadatan terhadap berhala? Bukankah ini juga disembah nenek moyang kita?” tanya mereka.

 

Allah SWT berfirman, “(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, ‘Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?’

 

Mereka menjawab, ‘Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.”‘ (Q.S. Al-Anbiyaa’ [21]: 52-53)

 

Meskipun seruan Ibrahim selalu gagal, Ibrahim tidak menyerah.

 

Ibrahim pun berpikir keras mencari cara agar semua orang sadar, bahwa sebenarnya berhala-berhala itu cuma batu dan tak bisa berbuat apa-apa.

 

Ibrahim lalu menyusun sebuah rencana. Ibrahim tahu rencananya itu berbahaya.

 

Raja Namrud bisa marah besar, menangkap, dan menghukumnya. Tapi, Ibrahim bertekad akan tetap melakukan rencananya itu.

 

“Aku yakin dengan cara ini, semua orang akan sadar bahwa menyembah berhala itu hanya sia-sia,” kata Ibrahim dalam hati.

 

Keesokan harinya, Ibrahim pergi ke sebuah kuil. Kuil itu terlihat sepi.

 

Di kuil itu, terlihat berhala-berhala yang berjejer.

 

Dengan mengendap-endap, Ibrahim berjalan masuk ke dalamnya dengan sebuah kapak besar di tangannya.

 

Tanpa membuang waktu, Ibrahim menghancurkan semua berhala di kuil tersebut.

 

Ibrahim sengaja menyisakan sebuah patung besar. Sebelum Ibrahim keluar dari kuil itu, ia mengalungkan kapaknya di leher patung paling besar itu.

 

Betapa gemparnya orang-orang ketika mendapati patung-patung yang mereka sembah telah hancur berantakan.

 

“Ini pasti ulah Ibrahim!” teriak mereka. “Kita laporkan saja hal ini ke Raja Namrud. Ibrahim benar-benar telah kelewatan.”

 

“Berani-beraninya dia menghina dewa-dewa kita. Cari dan tangkap pemuda itu secepatnya!” perintah Raja Namrud begitu mendengar hal tersebut.

 

Ia murka mengetahui patung-patung di kuil kebanggaannya telah menjadi puing-puing.

 

Tak sulit bagi prajurit Namrud yang ribuan jumlahnya untuk menangkap Ibrahim. Ibrahim pun diseret dan dibawa ke hadapan Raja Namrud.

 

“Mengapa tuan raja dan kalian semua menuduh saya yang melakukannya?” kilah Ibrahim.

 

“Jika bukan kamu, siapa lagi? Bukankah hanya kamu di kota ini yang tak suka dengan peribadatan berhala kami?” ujar Namrud.

 

“Coba lihatlah! Patung besar itu yang memegang kapak. Tanyakan saja kepadanya! Mungkin dia yang melakukan perusakan itu!” ujar Ibrahim.

 

“Jangan macam-macam, anak muda!” seru Namrud, mulai naik pitam. “Bagaimana mungkin sebuah patung bisa bergerak, hidup, dan melakukan perusakan?”

 

Jawaban Namrud inilah yang sebenarnya ditunggu-tunggu oleh Ibrahim.

 

Ia pun berkata, “Jika tuan raja sendiri tahu bahwa patung tak bisa melakukan apa pun, mengapa kalian menyembahnya dan menganggapnya sebagai dewa atau Tuhan?”

 

Semua yang hadir di sana saling pandang satu sama lain. Mereka membenarkan perkataan Ibrahim tersebut.

 

Amarah Raja Namrud semakin menjadi-jadi. Mukanya merah padam.

 

Dia tak ingin terus dipermalukan Ibrahim.

 

Dengan angkuhnya, ia pun memutuskan bahwa Ibrahim tetap bersalah.

 

“Pemuda inilah yang merusak berhala di kuil ini! Kita harus membakarnya hidup-hidup! Itu hukuman yang setimpal untuk perusak dan penghina dewa-dewa kita!” seru Raja Namrud.

 

Raja Namrud pun melaksanakan hukuman itu.

 

Orang-orang bersorak-sorai gembira ketika api mulai dinyalakan.

 

Mereka merasa puas karena akhirnya Ibrahim, pemuda penghina dewa-dewa mereka, mendapat hukuman.

 

Mereka merasa yakin bahwa kobaran api itu akan mengakhiri hidup Ibrahim.

 

Pemuda itu pasti sudah hangus menjadi abu hitam, Tapi begitu kobaran api mereda, mereka terbelalak. Mereka tak percaya dengan pemandangan yang mereka lihat.

 

“Dia masih hidup!” teriak mereka.

 

“Ya, dia masih hidup! Dan sama sekali tak terlihat bekas api di tubuhnya! Bahkan rambutnya terlihat tidak tersentuh api sedikit pun!” teriak yang lain.

 

Begitulah, Allah SWT dengan kekuasaan-Nya telah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kobaran api yang menyala-nyala itu.

 

Allah SWT memerintahkan api agar terasa dingin bagi nabi-Nya, Ibrahim.

 

Hikmah yang dapat dipetik dari Kekuasaan Allah SWT meliputi segala sesuatu. Tak ada yang mustahil bagi-Nya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved