Berita Magelang

Pedagang Bakso Gugat Pemkab Magelang Rp5 M, Tak Terima Warung Ditutup karena Dianggap Tak Taat Pajak

Arif Budi Sulistyono (Yon), pemilik warung bakso Pak Granat, menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah.

Thinkstock Via Kompas.com
Ilustrasi pengadilan 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Arif Budi Sulistyono (Yon), pemilik warung bakso Pak Granat, menggugat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang, Jawa Tengah.

Gugatan senilai Rp 5 Miliar dilayangkan karena dia merasa telah diberlakukan tidak adil terkait pemasangan alat perekam transaksi (tapping box).

Arif Budi Sulistyono melalui kuasa hukumnya Fatkhul Mujib mengungkapkan, warung bakso di Jalan Magelang-Yogyakarta, Desa Blabak Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, telah ditutup oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) setempat karena dianggap tidak taat pajak. 

Baca juga: Kecelakaan Maut di Puncak Jaya: Truk Satpol PP Terjun ke Jurang 66 Meter, 6 Tewas dan 29 Luka-Luka

Akibat dari penutupan itu, pihaknya mengalami kerugian baik materiil maupun immateriil.

Belasan karyawannya juga terpaksa dirumahkan setelah ditutup sejak 19 Februari 2022.

Pemilik warung bakso menggugat Pemkab Magelang
Pemilik warung bakso Pak Granat (tengah) Arif Budi Sulistyono menggugat Pemkab Magelang karena merasa diperlakukan tidak adil terkait tapping box, Rabu (6/7/2022).

"Kami menggungat Pemkab Magelang melalui Pengadilan Negeri Mungkid senilai Rp 5 Miliar, karena telah diperlakukan tidak adil.

Pemkab Magelang telah melalaikan kewajiban hukumnya," ungkap Mujib, saat jumpa pers, Rabu (6/7/2022). 

Ketidakadilan itu, lanjut Mujib, karena Pemkab Magelang hanya menindak warung bakso Pak Granat, sedangkan warung maupun restoran di sekitarnya tidak diberlakukan yang sama.

Padahal banyak warung, restoran dan usaha sejenis yang memiliki omset lebih dari usahanya.

Dikatakan, sesuai penjelasan BPPKAD Kabupaten Magelang, tapping box wajib dipasang oleh warung/restoran dengan omset penjualan Rp 100 juta per bulan.

Sedangkan warung bakso Pak Granat baru memulai beroperasi setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

"Kami baru saja kembali memulai usaha pascapandemi, jika dihitung omset penjualan masih di bawah Rp 100 juta per bulan.

Pada prinsipnya kami tidak keberatan bayar pajak, tapi untuk pasang tapping box belum bisa karena situasi pasca pandemi," ucap Mujib.

Lebih lanjut, jika pajak dibebankan kepada pembeli maka harus menaikkan harga jual.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved