Pemdes Masaran Sragen Bina Kader Keluarga Remaja

Pemerintah Desa (Pemdes) Masaran, Kecamatan Masaran, Sragen mengadakan kegiatan pembinaan kepada kader Bina Keluarga Remaja (BKR).

istimewa
Suasana pembinaan kepada kader Bina Keluarga Remaja (BKR) di aula Balai Desa Masaran, Kamis (7/7/2022) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Pemerintah Desa (Pemdes) Masaran, Kecamatan Masaran, Sragen mengadakan kegiatan pembinaan kepada kader Bina Keluarga Remaja (BKR).

 

Pembinaan bertajuk keluarga keren dampingi masa depan remaja (Karisma) Indonesia ini berlangsung di aula Balai Desa Masaran, Kamis (7/7/2022).


Kegiatan pembinaan kader BKR ini diberikan kepada orangtua yang memiliki remaja untuk terus melakukan pendampingan kepada anak remajanya.


Selain itu juga menjauhkan Tiga ancaman Kesehatan Reproduksi Remaja (Triad KRR) yakni dengan cara katakan tidak pada pernikahan usia dini, seks pra nikah dan obat-obatan terlarang. 


Kepala Desa Masaran, Yulianto Puji menyampaikan kegiatan pembinaan kader dilakukan untuk memberikan edukasi dan bekal kader untuk bersama melakukan pendampingan dan penjagaan lingkungan terutama dari bahaya Triad KRR. 


"Tantangan di era saat ini sangat kompleks. Diharapkan keluarga sebagai tempat pendidikan pertama anak."


"Mampu untuk memberikan pendampingan akan masa depan anak remaja saat ini. Sebagai bekal remaja dalam menjalani kehidupan," terangnya.


Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Masaran, Arianti menambahkan ibu adalah energi di dalam keluarga. Dengan demikian, diharapkan ibu dan ayah mampu melakukan pendampingan dan arahan kepada anak remaja.


Kegiatan pembinaan akan gerakan keluarga keren dampingi masa depan remaja dilakukan oleh penyuluh KB Kecamatan Masaran, Fauziah Nurlina. 


Dalam kesempatannya, Fauziah memberikan penguatan kepada kader akan pentingnya komunikasi efektif orang tua kepada anak remajanya. Selain itu berusaha mengubah pola komunikasi yang dulu diterapkan oleh orangtua. 


Dia menyampaikan cara berkomunikasi orangtua kepada remaja agar lebih baik dengan cara dihayati, diterima, didengarkan dan ditanggapi sesuai dengan karakter anak remaja. 


Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan baik akan mampu mengajak dan mengarahkan anak remaja untuk bersama dalam menggapai masa depan. 


"Orangtua yang memiliki remaja diharapkan mampu memahami kapan anaknya menstruasi, mimpi basah hingga berkomunikasi aktif tentang kesehatan reproduksi remaja."


"Hal ini menjadi penting bukan tabu, sehingga remaja mampu menghayati dan mengetahui resiko di dalam setiap tindakan," ungkapnya.


Dirinya juga berpesan agar orangtua menerapkan delapan fungsi keluarga, diantaranya mengenali minat dan bakat remaja, berkomunikasi aktif dengan remaja, mendampingi dalam makanan keseharian remaja dan mengajak orang tua untuk mengenal teman sebaya dari anak remaja. (uti)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved