Menkeu Rancang Konsep KPR Jadi Surat Berharga

Kemenkeu tengah merumuskan konsep mengenai usulan kredit perumahan bisa dijadikan surat berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

Editor: Vito
YOUTUBE
Menteri Keuangan Sri Mulyani 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah merumuskan konsep mengenai usulan kredit perumahan bisa dijadikan surat berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

"Menurutku, bagaimana jika kredit perumahan dijadikan surat berharga yang dapat diperjualbelikan di pasar sekunder? Inilah konsep yang tengah dirumuskan dalam rangkaian acara menuju #G20Indonedia yang diselenggarakan oleh @ditjenkn Kemenkeu berkolaborasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) pagi ini," tulis Sri Mulyani dalam akun Instagram pribadinya, Rabu (6/7) lalu.

Sebagai informasi, acara itu mengundang narasumber dari Japan Housing Corporation (JHFC) dan Mongolia Mortgage Corporation (MNK).

Kegiatan itu tidak hanya bertujuan menciptakan pembiayaan yang lebih maju dan canggih untuk berbagai jenis aset, tetapi utamanya lebih ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah, dalam memenuhi kebutuhan dasar terhadap tempat tinggal.

Oleh karena itu, sejalan dengan prioritas tersebut, Sri Mulyani melaporkan, sejak 2010 hingga pertengahan tahun ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah menyalurkan subsidi senilai Rp 85,7 triliun atau setara 1.038.538 unit rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pada 2022, pemerintah telah menargetkan pemberian subsidi untuk 200.000 unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Sri Mulyani berharap, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dapat bekerjasama dengan banyak stakeholder untuk membangun kebijakan sekuritisasi, sehingga Indonesia akan memiliki skema pembiayaan perumahan yang lebih baik.

Selain memenuhi kebutuhan masyarakat, menurut dia, hal itu juga turut memperbaiki ekosistem perumahan di Indonesia, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional.

"Semoga melalui forum ini kita dapat belajar dan menciptakan inisiatif baru untuk memperkuat dan membangun forum sekuritisasi di Indonesia, sehingga kita bisa membangun pasar properti yang lebih likuid dan produktif," ucapnya. (Kontan.co.id/Dendi Siswanto)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved