Berita Semarang

Dr. Suci Resmikan Ruang Doa Kristiani Bagi Warga UPGRIS

Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kini memiliki ruang doa bagi umat Kristiani.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Dok. Humas UPGRIS
Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., resmikan Ruang Doa UPGRIS Gedung B Lantai 5 Kampus UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang pada Jumat (8/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kini memiliki ruang doa bagi umat Kristiani.

Ruang doa tersebut bagi dosen, karyawan hingga mahasiswa berlokasi di Gedung B Lantai 5 Kampus UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang.

Peresmian Ruang Doa UPGRIS

Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., resmikan Ruang Doa UPGRIS Gedung B Lantai 5 Kampus UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang pada Jumat (8/7/2022).
Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., resmikan Ruang Doa UPGRIS Gedung B Lantai 5 Kampus UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang pada Jumat (8/7/2022). (Dok. Humas UPGRIS)

dilakukan oleh Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., dihadiri oleh para wakil rektor, dekan, mahasiswa dan pengurus ruang doa, pada Jumat (8/7/2022).

Dr. Suci saat memberikan sambutan mengatakan, terwujudnya ruang doa Kristiani ini merupakan aspirasi yang sudah cukup lama.

Selama ini, dalam melakukan aktivitas, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa menggunakan ruang kelas.

"Karena tidak memiliki ruang khusus untuk berdoa, terkadang tempatnya harus pindah-pindah karena ruangannya akan digunakan untuk perkuliahan," kata Dr. Suci pada Tribun Jateng.

Oleh karena itu, dengan adanya ruang doa ini, kini umat Kristiani di lingkup kampus UPGRIS bisa melaksanakan aktivitasnya dengan lebih khusyuk dan nyaman.

UPGRIS mendukung adanya ruang doa ini karena kampus sangat menghargai keberagaman.

"Perbedaan itu indah, toleransi dan saling menghargai keberagaman menjadi kunci persatuan," jelasnya.

Ia menyebutkan ada tiga hal yang ada 3 nilai yang dipegang oleh UPGRIS yakni nasionalisme, religius, dan peduli.

Nasionalisme yang dimaksud disini adalah tidak membedakan golongan, suku, agama maupun ras.

''Kami mendukung seluruh karyawan, dosen maupun mahasiswa untuk beribadah sesuai kepercayaannya masing-masing,'' jelas Dr. Suci.

Nilai selanjutnya ialah religius. Dr. Suci mengemukakan religius dalam arti setiap orang diberi kebebasan untuk melaksanakan ibadah sebagai bentuk toleransi.

''Kondusivitas tetap terjaga dengan saling menghormati antarpemeluk agama,'' jelasnya.

Dr. Suci menyatakan tentang nilai peduli. Kepedulian ini ditekankan agar seluruh civitas akademika dapat beraktivitas sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada umat Kristiani di UPGRIS yang juga sudah menerapkan toleransi ketika melaksanakan ibadah dengan tidak mengganggu aktivitas perkuliahan di ruang lain," ujarnya.

Sementara itu, pengurus ruang doa yang juga pembina Pelayanan Kerasulan Keluarga Mahasiswa Katolik (PKKMK) UPGRIS, Dr. Chr. Argo Widiharto, M.Si., menyampaikan terimakasih kepada jajaran pimpinan UPGRIS yang telah merealisasikan adanya ruang doa Kristiani ini. ''Ini merupakan impian kami yang sudah cukup lama dan kini diwujudkan, sehingga kami sampaikan terimakasih,'' jelasnya. (*)

Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., resmikan Ruang Doa UPGRIS Gedung B Lantai 5 Kampus UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang pada Jumat (8/7/2022).
Rektor UPGRIS Dr. Sri Suciati, M.Hum., resmikan Ruang Doa UPGRIS Gedung B Lantai 5 Kampus UPGRIS Jalan Sidodadi Timur Kota Semarang pada Jumat (8/7/2022). (Dok. Humas UPGRIS)
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved