Berita Sukoharjo

Tembok Rumah Patih Keraton Kartasura Berusia 277 Tahun Dijebol, Padahal Sudah Diwanti-wanti

Ndalem Singopuran terletak di Desa Singopuran RT 002, RW 002 Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng) dijebol pemilik lahan.

Editor: m nur huda
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Pagar tembok Ndalem Singopuran di Desa Singopuran, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah yang dijebol, Jumat (8/7/2022). 

Ndalem Singopuran terletak di Desa Singopuran RT 002, RW 002 Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).

TRIBUNJATENG.COM - Terjadi lagi, bangunan cagar budaya yang memiliki sejarah tak ternilai digempur oleh pemilik lahan.

Jika sebelumnya tembok bekas Keraton Kartasura dijebol, kali ini pagar tembok Ndalem Singopuran yang diperkirakan berusia 277 tahun dijebol menggunakan alat berat pada Jumat (8/7/2022) pagi.

Ndalem Singopuran terletak di Desa Singopuran RT 002, RW 002 Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng).

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Siti Laila mengatakan, pagar tembok Ndalem Singopuran merupakan bagian dari situs Keraton Kartasura.

"Diperkirakan (Ndalem Singopuran) sebagai rumah patih dari Keraton Kartasura," ujarnya di lokasi kejadian, Jumat.

Tembok itu digempur oleh pemilik lahan yang sebelumnya sempat ditemui oleh Disdikbud Sukoharjo.

Laila menjelaskan, pihaknya saat itu berpesan agar menjaga dan merawat pagar tembok Ndalem Singopuran supaya tidak bernasib seperti tembok Benteng Keraton Kartasura.

Pasalnya, terang Laila, pagar tembok Ndalem Singopuran sudah didaftarkan Disdikbud Sukoharjo sebagai obyek diduga cagar budaya (ODCB) pada tahun 2017.

"Kemarin kita habis dari sini menemui yang punya lahan. Pas ke sini belum digempur, masih utuh. Dan pemilik lahan tidak menceritakan mau digempur," ucapnya.

Sebagai informasi, tembok Benteng Keraton Kartasura dijebol pada April 2022.

Sekretaris Desa Singopuran Setiawan menuturkan, pihaknya menerima laporan pagar tembok Ndalem Singopuran dijebol pada Jumat pagi.

Setiawan menyampaikan, sebelum kejadian ini, Disdikbud Sukoharjo telah mewanti-wanti pemilik lahan agar tidak merusak pagar tembok itu.

"Sebelum kejadian ini sebenarnya dulu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah datang ke sini mewanti-wanti pemiliknya supaya tidak merusak. Karena ini cagar budaya tapi dalamnya memang pemilikan perorangan," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved