2 Opsi Akhiri Perang: Rusia Tarik Pasukan atau Rusia Kalah
Kondisi di lapangan yang belum menemukan titik terang, membuat pihak Ukraina hanya punya dua pilihan untuk mengakhiri perang.
TRIBUNJATENG.COM - Hanya ada dua pilihan: Rusia menarik pasukan atau Rusia kalah. Tak ada opsi lain. Hal itu diungkapkan Dubes Ukraina untuk RI, Vasyl Hamianin, saat konferensi pers online Selasa (12/7), terkait dengan akhir invasi Rusia ke Ukraina.
Kondisi di lapangan yang belum menemukan titik terang, membuat pihak Ukraina, menurut Hamianin, hanya punya dua pilihan di atas.
"Pasukan Rusia harus ditarik mundur, atau pasukan Rusia dikalahkan sepenuhnya, tidak ada cara lain," ucapnya.
Opsi lain, menurut dia, yakni menyerahkan 20 persen wilayah Ukraina ke Rusia, tak akan diambil, walau pun dengan jaminan damai.
"Kami tidak akan menyetujui permintaan apapun dari Rusia. Itu sangat sederhana, pikirkan negaramu diminta menyerahkan 20 persen wilayah hanya untuk berdamai," ujarnya.
Situasi terkini di Ukraina memang semakin pelik, dan malah melibatkan banyak pihak. AS pada Senin (11/7) menuding Iran berencana memasok ratusan drone dengan kemampuan senjata tempur ke Rusia untuk digunakan di Ukraina.
Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan menyatakan, informasi yang diterima oleh AS mendukung pandangan itu. Militer Rusia menghadapi tantangan dalam mempertahankan persenjataannya setelah kerugian yang signifikan di Ukraina.
“Pemerintah Iran sedang bersiap untuk menyediakan Rusia dengan beberapa ratus UAV (kendaraan udara tak berawak), termasuk UAV berkemampuan senjata, dalam waktu yang dipercepat,” katanya.
“Informasi kami lebih lanjut menunjukkan bahwa Iran sedang mempersiapkan untuk melatih pasukan Rusia untuk menggunakan UAV ini, dengan sesi pelatihan awal yang dijadwalkan akan dimulai pada awal Juli,” tambah Sulivan.
Adapun, perang antara Rusia-Ukraina terus berlanjut, dengan kehancuran yang makin meluas di berbagai kota, dan memakan korban tewas warga sipil semakin banyak.
Ukraina dengan dukungan senjata Barat, kini mulai beringas membalas serangan Moskow.
Serangan maut oleh Kiev terjadi pada Senin di kota Novaya Kakhovka yang dikuasai Rusia, di Ukraina bagian selatan.
Rusia menyebut, serangan tersebut dilakukan dengan dukungan senjata dari Amerika Serikat. (Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Prajurit-Ukraina-membawa-tubuh-seorang-kawan-di-atas-tandu-di-kota-Irpin.jpg)