Berita Kudus

Selain Tingkatkan Pemahaman, Sosialisasi Cukai Juga Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Dia mengatakan, Kudus sebagai daerah penerima dana cukai terbesar di Jawa Tengah masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui peruntukannya

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Plt Kepala Diskominfo Kudus, Dwi Yusi Sasepti, saat sambutan dalam sosialisasi perundang-undangan cukai di gedung JHK Kudus, Senin (11/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus, Dwi Yusi Sasepti, mengatakan sosialisasi perundang-undangan di bidang cukai yang pihaknya gelar selain meningkatkan pemahaman masyarakat akan regulasi tentang cukai, juga untuk mencegah peredaran rokok ilegal.

“Ini juga memberikan informasi kepada masyarakat tentang cukai termasuk penggunaan dananya untuk apa,” kata Yusi di gedung JHK Kaliwungu, Kudus, Senin (11/7/2022).

Dia mengatakan, Kudus sebagai daerah penerima dana cukai terbesar di Jawa Tengah masyarakat juga memiliki hak untuk mengetahui peruntukannya.

Baca juga: Kudus Dihujani BLT

Untuk itu, sosialisasi yang pihaknya gelar menyasar ke desa-desa dengan peserta seluruh lapisan masyarakat.

“Pesertanya adalah komunitas yang ada di masyarakat, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya,” katanya.

Sosialisasi yang pihaknya gelar ini disesuaikan dengan dengan segmennya. Misal ketika yang dibidik adalah pemuda, maka media sosialisasinya pun disesuaikan.

Sebelumnya sosialisasi di bidang cukai ini digelar lewat pentas musik. Tentu sosialisasi tersebut sasarannya adalah anak muda.

“Sosialisasi dengan segmennya anak-anak muda biar mereka tahu apa rokok ilegal. Biar mereka tidak beli rokok ilegal kalau merokok dan membantu menyosialisasikan ke kalangan mereka terkait rokok ilegal,” kata Yusi.

Sosialisasi yang menyasar anak muda ini dikemas dalam pentas musik. Hal itu dinilai lebih relevan ketimbang anak muda dikumpulkan kemudian disuruh mendengarkan materi sosialisasi, maka akan jenuh.

“Kalau anak muda disuruh duduk mendengarkan sosialisasi paling kan malas, makanya mereka duduk dengerin musik. Musiknya itu liriknya berisi tentang cukai dan perang terhadap rokok ilegal, kan mereka lebih senang. Ikut rengeng-rengeng nyanyi di rumah. Untuk kalangan muda lebih mengena,” kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved