Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus: Semoga Tak Salah Tembak

Kejadian itupun ternyata juga mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut k

Penulis: arief novianto | Editor: m nur huda
tribun jateng
arief novianto, wartawan tribun jateng 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Arief Novianto

TRIBUNJATENG.COM - "Iki piye kok polisi malah tembak-tembakan dewe? Nang omah dinase jenderal sisan. Koyone kok ono sing aneh ya nang kejadian iki (ini bagaimana kok polisi malah saling tembak sendiri? Di rumah dinasnya jenderal lagi. Sepertinya kok ada yang aneh ya dalam kejadian ini-Red)," kata satu tetangga saya dalam diskusi ngalor-ngidul di pos ronda kampung, kemarin malam.

Yah, hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi ramainya pemberitaan mengenai kasus penembakan anggota polisi di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo pada Jumat lalu.

Kejadian itupun ternyata juga mendapat perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengusut kasus penembakan yang menewaskan satu anggota polisi itu. ”Proses hukum harus dilakukan,” kata Jokowi singkat, di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Subang, Jawa Barat, Selasa, (12/7).

Terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengaku langsung membentuk tim khusus yang dipimpin Wakapolri Komisari Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono, dan beranggotakan perwira tinggi lain untuk menyelidiki kasus penembakan di rumah Kadiv Propam Polri itu.

"Kami ingin semuanya ini bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu, saya telah membentuk tim khusus yang dipimpin Pak Wakapolri, Pak Irwasum, Pak Kabareskrim, juga ada As SDM," ucapnya, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Sigit menyatakan, pihaknya juga akan melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri dalam tim khusus ini. "Termasuk juga fungsi dari Provos dan Paminal," jelasnya.

Selain itu, mantan Kabareskrim Polri itu mengaku juga sudah berkoordinasi dengan pihak eksternal Polri untuk mengawal kasus tersebut, termasuk Kompolnas dan Komnas HAM. "Kami tentunya mengharapkan kasus ini bisa dilaksanakan pemeriksaan secara transparan, objektif," ungkapnya.

Sejumlah kejanggalan mulai terkuak dari peristiwa itu. Seperti diketahui, Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terlibat baku tembak Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, pada Jumat (8/7) lalu, sekitar pukul 17.00.

Brigadir J ditembak mati karena diduga melakukan pelecehan dan menodongkan pistol kepada istri Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo. Dalam insiden itu, Bharada E tidak mendapatkan luka meski Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali.

Kejanggalan pertama terkait dengan keahlian Brigadir J yang disebut sebagai sniper, penembak nomor 1 di Resimen Pelopor, tidak mengenai sasaran dengan jarak tembak hanya 3 meter.

Selanjutnya, Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto menuturkan, dalam kepangkatan secara kedinasan Polri adalah paling rendah di Tamtama, dan tidak diperbolehkan membawa senjata api.

Kemudian, kejanggalan lain juga terkait dengan CCTV di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo yang disebut sedang tidak aktif, hingga sejumlah keanehan lain yang dirasakan keluarga korban atas terjadinya kasus penembakan itu.

"Peristiwa ini sangat langka karena terjadi disekitar Perwira Tinggi, dan terkait dengan Pejabat Utama Polri. Anehnya, Brigadir Nopryansah adalah anggota Polri pada satuan kerja Brimob itu, selain terkena tembakan juga ada luka sayatan di badannya," ucap Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso.

Rasanya, kejadian ini harus benar-benar menjadi perhatian Polri hingga menjadi terang benderang, sehingga masyarakat tidak menebak-nebak lagi apa yang terjadi dalam kasus tersebut.

Hal itu mengingat polisi, meski tidak semua, dibekali dengan senjata api yang dapat digunakan untuk membunuh. Jangan sampai senjata api yang sering terlihat terselip di pinggang aparat justru menjadikan masyarakat menjadi ketakutan, terlebih dengan sejumlah kasus salah tembak yang pernah terjadi. Semoga kejadian ini juga bukan kasus salah tembak. (*/TRIBUN JATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved