Berita Nasional

Jokowi Yakin Swasembada Beras Segera Tercapai di Tengah Krisis Pangan Melanda Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia dalam waktu tak lama lagi bisa mencapai swasembada beras.

Editor: m nur huda
Facebook/Preisden Jokowi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Jokowi yakin Indonesia dalam waktu tak lama lagi bisa mencapai swasembada beras. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin Indonesia dalam waktu tak lama lagi bisa mencapai swasembada beras.

Keyakinan itu berkaca pada 3 tahun terakhir Indonesia sudah tidak melakukan impor beras guna memenuhi kebutuhan nasional.

"Dan saya yakin karena kita sudah 3 tahun ini tidak impor beras, saya yakin swasembada beras kita akan segera kita capai," katanya, dalam keterangan secara virtual, Selasa (12/7/2022).

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jokowi menyempatkan meninjau pengembangan varietas padi di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPadi) milik Kementerian Pertanian (Kementan). Peninjauan dilakukan dalam rangka memastikan ketersedian pangan utamanya beras.

Selain itu, Jokowi juga melihat gudang plasma nutfah yang menyimpan berbagai koleksi dan konservasi plasma nutfah tanaman padi.

Sebagai informasi, pada Balai Besar Penelitian Tanaman Padi digunakan untuk menyiapkan benih-benih padi varietas unggul. Penyiapan varietas unggul diperlukan sebagai upaya mengantisipasi ancaman kelangkaan pangan dunia.

Jokowi menuturkan, saat ini dunia sedang mengalami kekurangan pangan di mana-mana.

Ia pun meminta semua pihak agar waspada dan memastikan agar ketersediaan pangan Indonesia berada pada kondisi aman.

Benih memiliki peran penting dalam menaikkan produksi beras nasional di setiap hektarenya.

Jokowi menegaskan, jika pembenihan betul-betul didampingi para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), lahan pertanian yang dikelola akan menghasilkan panen yang baik.

"Kalau betul-betul didampingi PPL-PPL yang baik, 1 hektare tadi Inpari 32, Inpari 42, bisa menghasilkan kurang lebih sampai 12 ton. Tetapi katakanlah rata-rata 7-8 ton saja itu sudah sebuah lompatan yang sangat baik bagi stok ketersediaan pangan, utamanya beras kita," terangnya.

Selain itu, Jokowi menekankan kepada jajarannya agar tidak hanya berfokus pada satu jenis pangan yaitu beras.

Pengembangan alternatif pangan lain juga didorong, seperti sagu, sorgum, porang, jagung, hingga ketela pohon untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan produksinya. (Kontan/Ratih Waseso/TRIBUNJATENG CETAK)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved