Berita Slawi

Profil Bupati Tegal Umi Azizah, Sosok Pemimpin yang Dikenal Kesederhanaannya 

Bagi warga Kabupaten Tegal mungkin sudah tidak asing lagi dengan Umi Azizah, Bupati Tegal yang sudah menjabat sejak 8 Januari 2019 lalu

Humas Pemkab Tegal 
Bupati Tegal, Umi Azizah, saat sedang memberikan sambutan plus arahan pada kegiatan yang berlangsung di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa) belum lama ini.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bagi warga Kabupaten Tegal mungkin sudah tidak asing lagi dengan Umi Azizah, Bupati Tegal yang sudah menjabat sejak 8 Januari 2019 lalu berpasangan dengan wakilnya Sabilillah Ardie. 

Dikenal sebagai sosok yang sederhana, lemah lembut, santun, ramah, dan keibuan, Umi juga bisa bersikap tegas terutama jika berkaitan dengan pelayanan untuk masyarakat Kabupaten Tegal. 

Pada kesempatan kali ini, Tribunjateng.com, akan memberikan informasi mengenai profil singkat orang nomor satu di Kabupaten Tegal ini, mulai dari bioadata, keluarga, perjalanan hidup, karir, pendidikan, dan lain-lain. 

Tujuannya, supaya bisa lebih mengenal sosok Umi Azizah, Bupati Tegal yang memiliki kisah menarik mengenai perjuangannya sejak kecil hingga bisa menjadi orang nomor satu di Kabupaten Tegal. 

Biodata singkat: 

Bupati Tegal, Umi Azizah, sedang melakukan sesi wawancara dengan rekan media di depan gedung SSB Polres Tegal, Jumat (1/7/2022).
Bupati Tegal, Umi Azizah, sedang melakukan sesi wawancara dengan rekan media di depan gedung SSB Polres Tegal, Jumat (1/7/2022). (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)

-Nama: Dra Hj Umi Azizah 

-Tempat tanggal lahir: Desa Tuwel, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, 04 April 1960. 

-Asal sekolah: Universitas Diponegoro (Undip) Semarang 

Perjalanan hidup: 

Bupati Tegal, Umi Azizah, sempat menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga bisa menjadi pemimpin di Kabupaten Tegal. 

Umi, dibesarkan di lingkungan keluarga petani dan sang ayah merupakan pengasuh pondok pesantren. Umi tujuh bersaudara dan merupakan anak nomor dua. 

Di tengah perjalanan Umi bersekolah yang bisa melanjutkan sekolah hanya lima dari tujuh anak. Hal ini karena keadaan ekonomi keluarga sebagai petani yang tidak menentu.  

Semuanya pendidikan berbasis pesantren, ada yang di pondok pesantren Denanyar Jombang, Ponpes Al Falah Ploso, Umi sendiri di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Ponpes Al hikmah Benda, dan di Ponpes Mahabatul Tholabah Babakan. 

Umi melihat kondisi orangtua seperti itu merasa tidak tega, kebetulan orangtua bekerja apa saja bisa, jualan apapun beliau lakukan sepanjang sesuai dengan kemampuan tenaga, fikiran, dan permodalan, jadi memang orangnya ulet. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved