Breaking News:

Berita Semarang

Pemkab Semarang Turun Tangan Bantu Korban Pelecehan Seksual oleh Oknum Guru

Pemkab Semarang turun tangan membantu korban pelecehan seksual yang dialami siswi SD di Ungaran, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu.

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: m nur huda
Istimewa
Ilustrasi pelecehan seksual - Pemkab Semarang turun tangan membantu korban pelecehan seksual yang dialami siswi SD di Ungaran, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang turun tangan membantu korban pelecehan seksual yang dialami siswi SD di Ungaran, Kabupaten Semarang, beberapa waktu lalu.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) telah menerjunkan tim untuk menemui dan membantu korban, baik dalam hal pendampingan maupun pemulihan trauma.

Sebelumnya, oknum guru di sebuah SD di Ungaran, berinisial SS (36), ditangkap polisi karena mencabuli siswinya. SS melakukan kejahatannya sejak korban masih duduk di bangku SD, Mei 2020 hingga saat ini korban telah duduk di bangku SMP.

Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Tidak hanya kasus tersebut, namun juga kasus tindak pelecehan seksual lainnya.

“Insya Allah, tim kami sudah turun membantu penanganan korban,” ujarnya, Rabu (13/7).

Dewi menerangkan, saat ini tren kasus pelecehan merangkak naik. Ia mengungkapkan, pihaknya menangani sejumlah kasus pelecehan seksual di mana korbannya adalah anak-anak.

“Tindak pelecehan seksual dengan korban anak ini beragam. Misalnya ada yang dilakukan orangtua, teman, bahkan juga guru seperti yang baru-baru ini ditangani Polres Semarang,” ungkapnya.

Dari kasus-kasus ditangani pihaknya, ia menyimpulkan bila pelakunya merupakan orang dekat para korban. Sementara mengenai penyebat, bukan dikarenakan kurangnya edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, edukasi sudah masif dilakukan.

“Dari beberapa kasus yang kami tangani rata-rata terjadi dari lingkungan keluarga kurang mampu. Perhatian terhadap anak atau keluarga memang kurang,” tandasnya. (rez/TRIBUN JATENG CETAK)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved