Banjir Bandang Pati

Inilah Pemicu Banjir Bandang di Margoyoso Pati, Ketebalan Endapan Lumpur Capai 15 Sentimeter

BBWS Pemali Juana sudah menurunkan ekskavator dan dump truck untuk mengangkat sampah yang menyumbat di beberapa jembatan sepanjang aliran sungai.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Beberapa warga Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, berkumpul di tengah-tengah puing-puing bangunan dan genangan air yang terjadi akibat banjir bandang, Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Ratusan warga mengungsi akibat banjir bandang di Desa Bulumanis Kidul dan Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Kamis (14/7/2022) dini hari.

Kalakhar BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan, di Desa Bulumanis Kidul ada 87 orang yang mengungsi ke balai desa.

"Sementara, di wilayah Desa Tunjungrejo, ada sekira 50 orang yang mengungsi ke tempat saudara atau tetangga yang tidak kebanjiran," kata dia kepada Tribunjateng.com, Jumat (15/7/2022).

Baca juga: Bupati Pati Haryanto Cek Kondisi Terkini Desa Bulumanis Kidul Sesuai Banjir Bandang, Memprihatinkan

Baca juga: Beraksi di Kudus, Jepara, Pati, Komplotan Pencuri Tabung Gas LPG Diringkus Polisi di Mayong

Budi menyebut, penyebab banjir bandang di Desa Bulumanis Kidul ialah jebolnya tanggul Sungai Suwatu.

Sementara di Desa Tunjungrejo akibat jebolnya tanggul Sungai Sat.

Namun demikian, dia menambahkan, secara umum peristiwa ini merupakan bagian dari fenomena La Nina.

"Kemarau tahun ini ialah kemarau basah."

"Sebenarnya saat ini musim kemarau, tetapi kenyataannya masih turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat."

"Puncaknya pada Kamis (14/7/2022) dini hari yang mengakibatkan tanggul jebol," ujar Budi.

Selain itu, tak bisa dimungkiri, yang membuat banjir makin parah ialah adanya tumpukan sampah di sungai.

"Banyak sekali tumpukan sampah."

"Menyumbat di bawah Jembatan Sungai Suwatu."

"BBWS Pemali Juana sudah menurunkan ekskavator dan dump truck untuk mengangkat sampah yang menyumbat di beberapa jembatan sepanjang aliran sungai," tutur dia.

Budi menyebut, entah disengaja atau tidak, perilaku masyarakat yang membuang sampah di sungai itu menghambat aliran air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved