Berita Blora

Jadi Potensi Daerah, Manisnya Jeruk Tempellemahbang Bisa Jadi Destinasi Wisata Petik Buah

Buah jeruk yang berada di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, sangat potensi dikembangkan. 

Penulis: ahmad mustakim | Editor: Catur waskito Edy
Dok. Humas Setda Blora
Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat datang langsung ke kebun jeruk milik petani jeruk Sulastri (45) warga Desa Tempelemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Buah jeruk yang berada di Desa Tempellemahbang Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, sangat potensi dikembangkan. 

Pasalnya, ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata hortikultura atau wisata petik buah. 

Desa yang kaya akan potensi ukir kayu jati ini, tumbuh subur buah jeruk jenis madu siam.

Tak hanya jeruk madu siam, di desa ini juga tumbuh subur jeruk pamelo. 

Hampir semua warga memiliki kebun buah jeruk yang rasanya tidak kalah dengan jeruk-jeruk dari daerah lain.

Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati saat datang langsung ke kebun jeruk mengaku, senang melihat perkebunan jeruk di Desa Tempellemahbang yang hasilnya luar biasa. 

"Blora yang terkenal dengan tanah tandus ternyata bisa tumbuh dan rasanya tak kalah dengan jeruk dari luar daerah," ucapnya di lokasi, Sabtu (16/7/2022).

"Tentu kami terus mendorong agar hasil jeruk organik yang luar biasa ini kalau bisa jangan hanya dijual begitu saja,” lanjutnya. 

Dikatakannya, dengan potensi lahan yang begitu luas, jeruk Tempellemahbang ini juga bisa dijadikan salah satu destinasi wisata petik buah, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

“Jika di Batu malang ada petik apel, nanti mungkin di tempel ini bisa dikembangkan petik jeruk sehingga ada pemasukan lain selain dari penjualan buah jeruk, dan di tempel ini sudah ada seperti ini tentu bagus,” tuturnya.

Sulastri (45) petani Jeruk asal Desa Tempelemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora mengatakan, sudah sejak 5 tahun menjadi petani jeruk. 

"Lahan kurang lebih seluas 0,5 hektar, dan terdapat 400 tanaman jeruk yang telah berbuah," ucapnya. 

Sulastri mengaku memilih menanam jeruk karena perawatannya mudah dan jangka waktunya panjang. 

"Ini tahun kedua panen, untuk harganya Rp13.000-15.000 per kilogram, hingga harga paling rendah 5000, jadi tergantung dengan besar kecil buahnya, " ucapnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved