Pertemuan Anggota G20 Sepakati Upaya Antisipasi Mundurnya Perekonomian Dunia

Anggota G20 sepakat bahwa pemulihan ekonomi global telah melambat dan menghadapi kemunduran besar, sebagai akibat dari perang Rusia melawan Ukraina.

Editor: Vito
Kompas.com/Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).(BPMI Setpres) 

TRIBUNJATENG.COM, BADUNG - Agenda pertemuan ketiga menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota G20 telah usai dengan merangkum beberapa ringkasan.

Satu di antaranya yakni banyak anggota G20 sepakat bahwa pemulihan ekonomi global telah melambat dan menghadapi kemunduran besar, sebagai akibat dari perang Rusia melawan Ukraina.

"Perang Rusia melawan Ukraina yang dikecam keras dan menyerukan diakhirinya perang," tulis dokumen G20 Chair's Summary: Third G20 Finance Ministers and Central Bank Governors yang diterima Tribunnews.com, Minggu (17/7).

Lebih lanjut dokumen itu menuliskan, satu di antara anggota menyatakan, pandangan bahwa berbagai sanksi dari Barat menambah tantangan yang ada.

Anggota mencatat bahwa tantangan yang ada telah diperburuk, termasuk ketidaksesuaian pasokan-permintaan, gangguan pasokan, dan peningkatan harga komoditas dan energi.

Semua tantangan itu yang telah menambah tekanan untuk peningkatan inflasi dan berkontribusi terhadap naiknya risiko kerawanan pangan.

Kemudian, banyak anggota mencatat pentingnya tindakan lanjutan terhadap perubahan iklim, serta mengatasi kerentanan utang.

"Secara keseluruhan, beberapa anggota menyambut baik catatan Presidensi G20 tentang penetapan kebijakan untuk strategi keluar, untuk mendukung pemulihan dan mengatasi efek bekas luka, untuk mengamankan pertumbuhan di masa depan," lanjut tulisan itu.

Mayoritas anggota G20 juga sepakat bahwa ada peningkatan kerawanan pangan dan energi yang mengkhawatirkan, yang dirasakan secara tidak proporsional oleh kelompok rentan.

"Beberapa juga menyatakan keprihatinan tentang ketersediaan pupuk yang berpotensi memperburuk krisis pangan," tulis dokumen G20 itu.

Kemudian, anggota menegaskan komitmen mereka untuk menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia dalam mengatasi tantangan ekonomi dan keuangan saat ini, termasuk risiko kerawanan pangan.

Banyak anggota siap untuk mengambil tindakan kolektif yang cepat mengenai ketahanan pangan, termasuk dengan bekerja dengan inisiatif lain.

Selain itu, juga mendukung inisiatif multilateral, di mana beberapa anggota meminta lembaga keuangan internasional untuk mengimplementasikan komitmen dalam rencana aksi untuk mengatasi kerawanan pangan.

Anggota juga menyambut baik seminar tingkat tinggi tentang penguatan kolaborasi global untuk mengatasi kerawanan pangan.

"Para anggota sepakat untuk menjaga stabilitas keuangan dan kesinambungan fiskal jangka panjang," lanjut tulisan dokumen tersebut.

Seperti diketahui, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 bertemu di Bali pada 15 hingga 16 Juli 2022, untuk ketiga kalinya di bawah Presidensi G20 Indonesia.

Pertemuan itu dihadiri anggota G20, negara-negara undangan, termasuk Ukraina, dan organisasi internasional dan regional. (Tribunnews/Yanuar R Yovanda)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved