Berita Demak

Pilkades Serentak di Desa Miskin Terdampak Abrasi Rob, Warga Swadaya Tutup Kekurangan Anggaran

Antusias pemilihan kepala desa di Kabupaten Demak terasa di Desa Surodadi Kec Sayung.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rezanda Akbar D
Antusiasme warga mengarak bakal calon kepala Desa Surodadi ke Balai Desa, warga berharap bakal calon bisa memajukan desa yang belasan tahun terdampak abrasi rob, Minggu (17/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Antusias pemilihan kepala desa di Kabupaten Demak terasa di Desa Surodadi Kecamatan Sayung.

Antusiasme warga mengarak bakal calon kepala Desa Surodadi ke Balai Desa, warga berharap bakal calon bisa memajukan desa yang belasan tahun terdampak abrasi rob, Minggu (17/7/2022).
Antusiasme warga mengarak bakal calon kepala Desa Surodadi ke Balai Desa, warga berharap bakal calon bisa memajukan desa yang belasan tahun terdampak abrasi rob, Minggu (17/7/2022). (Tribun Jateng/Rezanda Akbar D)

Padahal, kondisi anggaran pendapatan desa terdampak abrasi rob ini minus.

Bahkan, Desa Surodadi termasuk kedalam daftar desa miskin di Kabupaten Demak.

Hal itu, karena dampak gelombang laut pada pesisir utara Jawa menjadikan kawasan ini menjadi rawan abrasi rob. 

Akibatnya abrasi rob menjadikan areal pertanian di desa tersebut menjadi laut selama belasan tahun yang hanya bisa dimanfaatkan sebagai tambak ikan saja.

Desa tersebut hanya mampu menghasilkan pendapatan asli desa sebesar 15 Juta pertahunnya. Dalam menggelar Pilkades kali ini, desa tersebut mendapatkan bantuan anggaran dana desa dari pemerintah pusat.

Ditambah kondisi desa semakin terpuruk ketika infrastruktur desa hancur akibat ganasnya abrasi rob.

Ketika ada putra desa yang sudi mencalonkan diri dalam Pilkades, warga bersemangat dan berharap untuk kepala desa yang baru bisa memajukan desa.

Hal itu, dibeberkan oleh Wakil Ketua Panitia Pemungutan Suara Desa, Ahmad Asnawi kepada Tribunjateng.com, Minggu (17/7/2022).

"Penyelenggaraan pemilihan kepala desa kali ini meski anggaran kurang dan tidak menutup semuanya Alhamdulillah bisa ditutup oleh swadaya dari masyarakat desa," urainya.

Karena dengan melalui Pilkades, keinginan warga untuk memajukan desanya bisa terwujud.

Semangat antusiasme juga terlihat ketika Calon Kepala Desa, Supriyanto dengan menunggangi kuda di arak oleh ratusan warga desa untuk mendaftarkan dirinya ke Balai Desa.

"Niat saya murni membangun, tidak ada niatan untuk menambah penghasilan pribadi karena kondisi desa ini sangat memprihatinkan sekali," jelas Supriyanto kepada tribunjateng.com.

Dirinya berencana, untuk mengembangkan potensi yang ada terlebih dahulu agar desanya bisa menjadi lebih produktif.

"Kita ada relasi-relasi dari pemerintah pusat atau para investor dengan begitu diharapkan bisa menjadikan desa lebih produktif," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved