Berita Seleb
Denada Menangis Bahagia di Pelukan Dokter Mendengar Penjelasan Mereka, Berkah Perjuangan Selama Ini
Diketahui anak Denada divonis mengidap leukemia atau kanker darah pada pertengahan 2018 lalu
TRIBUNJATENG.COM - Kisah Denada mendampingi putrinya yang sangat inspiratif.
Penyanyi bernama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu menceritakan perjuangannya
Dari pertama kali sang putri, Aisha Aurum didiagnosa leukimia hingga sekarang dinyatakan sembuh.
Tentu saja itu bukan hal yang mudah.
Baca juga: Kisah di Balik Nama Unik 9 Kata Wanita Asal Karanganyar, Ini Penggalannya: Dialiran Sungai Pasadena
Baca juga: Tps Berkendara Aman, Begini Caranya Menghindari Kecelakaan Saat Tiba-tiba Ada Pengendara Keluar Gang
Diketahui anak Denada divonis mengidap leukemia atau kanker darah pada pertengahan 2018 lalu.
Dalam acara"Rosi" di Kompas TV, Denada menceritakan perjuangannya sampai dengan kesembuhan anaknya.
Bahkan ada momen keterpurukan yang dia alami kala itu. Kompas.com merangkumnya sebagai berikut.
1. Reaksi saat tahu anak idap leukemia
Setelah diagnosis awal bahwa putrinya mengidap leukemia, Dena memutuskan membawa Aisha ke Singapura untuk menjalani serangkaian tes demi memastikan kondisi sang putri.
“Mungkin secara mental walaupun aku ada harapan bahwa dokter ini salah, tapi secara mental aku tahu karena proses untuk sampai itu diagnosa tegak akhirnya keluar dari dokter di Singapura, ada prosesnya juga,” kata Denada dikutip Kompas.com, Minggu (17/7/2022).
Saat anaknya divonis mengidap leukemia, Denada merasa seperti dipukul berkali-kali.
“Kami baru sampai Singapura terus landing, kita carilah kliniknya mana. Jalan-jalan, tiba-tiba aku sampai ke floor kliniknya dan aku baca, ada resepsionisnya dan aku baca di belakangnya ada tulisan Viva University Children Cancer Clinic dan aku lihat itu kayak aku kepukul lagi,” tutur Denada.
“Wah aku ke klinik ini dan aku bawa anakku ke sini. Terus duduk ketemu dokter, cerita, itu prosesnya panjang,” tambah Denada sembari menahan tangis.
2. Sempat punya tabungan Rp 200.000
Denada mengalami proses jatuh bangun selama mendampingi putrinya menjalani pengobatan.
Denada mengaku pernah hanya menyisakan uang tabungan Rp 200.000.
Sementara ia harus membayar pengobatan anak serta biayanya menetap di Singapura.
Ditambah lagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan dia kehilangan pekerjaan di dunia hiburan.
“Benar (uang di ATM tinggal Rp 200.000) dan itu enggak cuma sekali,” ucap Denada.
“Kayak, ya aku enggak bilang wajar sih, cuma ya keadaan pada saat itu selama dua tahun aku enggak bisa bekerja sama sekali,” tambah Denada.
3. Jadi instruktur zumba
Denada mencoba tetap bertahan dan mencari pekerjaan. Sampai akhirnya dia merasa terbantu saat mendapatkan pekerjaan sebagai instruktur zumba.
“Aku minta tolong dengan segala cara, tapi lebih ke kasih aku pekerjaan, karena aku lagi perlu banget. Aku juga ngomong sama manajer aku, cariin aku pekerjaan apapun,” tutur Denada.
“Dan aku bersyukur Tuhan kasih aku jalan jadi instruktur zumba. Walaupun saat itu penghasilan hanya dari kelas online tapi aku merasa itu telah membantu secara mental,” ujar Denada lagi.
4. Tak beritahu anak soal penyakit leukemia
Denada juga mengungkap bahwa ia sengaja tak memberitahu anaknya soal penyakit leukemia tersebut.
Namun lambat laun, Aisha mulai mengetahui tentang penyakit yang diidapnya.
“Aku lama bohong sama dia, aku bohongin dia. Sebenarnya, sampai sekarang aku enggak ngomong sama dia. Tadinya (dia enggak tahu) tapi sekarang tahu. Sekarang kan (Aisha) sudah gede, udah bisa baca, udah ngobrol sama anak-anak lain,” tutur Denada.
Denada mempunyai alasan kuat tak memberitahukan seputar penyakit tersebut kepada Aisha.
“Pada saat itu aku cuma enggak mau dia mikir berat-berat, (biar) dia enggak terlalu merasa down, sedih. Dan pada saat itu dia masih 5,5 tahun, masih bisa aku bohongin,” ungkap Denada.
5. Sujud syukur
Kini putri semata wayangnya telah sembuh dari leukemia.
Denada mengakui dia sempat tak percaya ketika dokter menyatakan Aisha sudah menyelesaikan kemoterapi.
“Sampai hari itupun, selesai kemo aku cuma diam saja. Terus, aku samperin dokternya. Aku bilang, ‘Dok, so this the last chemo?’ Dia bilang, "yes yes', okeh. 'No more chemo?' 'no',” ujar Denada sembari menirukan percakapannya dengan dokter.
Denada mengaku bahwa saat itu ia belum menyadari putrinya sembuh dari leukemia.
Hingga akhirnya dia kembali memastikan dengan dokter lain.
“Terus, sore kami mau pulang dari klinik. Aku ketemu dokter lain lagi. Terus aku tanya, 'dokter ini, this really her last chemo, i mean.. sudah nih'. (kata dokter itu) ‘Yes this is her last chemo’,” tutur Denada.
Denada langsung terdiam dan menangis dipelukan dokter tersebut.
Ia juga mengaku langsung sujud syukur atas kesembuhan Aisha. Mengingat Aisha menjalani pengobatan selama tiga tahun. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Perjuangan Denada Dampingi Anak Lawan Leukemia dan Kesulitan Finansial