Berita Pekalongan

Ini Pentingnya Pelaku UMKM di Kota Pekalongan Miliki Izin Kelengkapan Usaha

Dengan budaya masyarakat Kota Pekalongan yang senang jajan dan konsumtif, didorong para pelaku UMKM untuk segera mengurus PIRT, hak paten, dan halal.

TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mendorong pelaku UMKM di Kota Pekalongan untuk memiliki izin produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikat halal, hingga hak paten merek.

Hal itu dia sampaikan setelah suksesnya penyelenggaraan Culinary and Creative Fest 2022.

Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan ini mengatakan, kelengkapan perizinan usaha itu sangat penting. 

Baca juga: Pemerintah Kota Pekalongan Gelar Lomba Gapura Sambut HUT ke-77 RI, Juara Satu Dapat Rp 10 Juta 

Baca juga: Pemkot dan DPRD Kota Pekalongan Bahas Raperda Batik TV dan Penanaman Modal 

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Curanmor yang Beraksi di Pasar Burung Pekalongan 

Baca juga: RSUD Bendan Pekalongan Edukasi Masyarakat tentang Penyakit Osteoporosis

Dia meminta pelaku UMKM tidak pesimistis terlebih dahulu. 

Termasuk tidak menganggap sepele dan beranggapan jika usaha kecil tidak perlu memiliki izin. 

Ia menilai, kepemilikan izin usaha itu juga akan membantu kebangkitan UMKM pasca pandemi Covid-19. 

"Dengan budaya masyarakat Kota Pekalongan yang senang jajan dan konsumtif ini, kami mendorong para pelaku UMKM untuk segera mengurus PIRT, hak paten merek usaha, hingga label halal."

"Sehingga masyarakat yang akan membeli produk tidak ragu-ragu dan bisa memberikan rasa aman dan nyaman pada konsumen," kata Aaf kepada Tribunjateng.com, Senin (18/7/2022).  

Aaf yakin, kepemilikan kelengkapan dokumen perizinan usaha seperti PIRT, akan mendongkrak usaha UMKM untuk mendapatkan pasar yang semakin luas. 

Tetapi UMKM pun tetap harus memperhatikan kemasan produk agar lebih menarik dan higienis. 

Karena dengan kemasan menarik maka secara otomatis akan menambah nilai jual produk tersebut. 

"Masyarakat selaku konsumen yang melihat produk itu akan penasaran mencoba dan tertarik membeli." 

"Contohnya seperti produk usaha olahan tempe di Kampung Tempe Kecamatan Pekalongan Selatan."

"Ternyata kemasannya sudah sangat layak dijual di supermarket dan tidak kalah dengan produk UMKM yang terkenal secara nasional," ungkapnya. (*)

Baca juga: Calon Penumpang KMP Kalibodri Kendal Wajib Sudah Divaksin Booster

Baca juga: Tato Terbaru Pelatih AS Roma, Lengan Kanan Jose Mourinho Bergambar Tiga Tropi

Baca juga: Cristiano Ronaldo Ingin Gabung ke Atletico Madrid, Benarkah?

Baca juga: Pemain AC Milan Ini Digeledah Mirip Penjahat, Wajah Tiemoeu Bakayoko Acungi Pistol, Begini Ceritanya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved