Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Tanggul Laut Kendal Mulai Dikerjakan, Panjangnya Capai 1 Kilometer

Program kota tanpa kumuh skala kawasan di Karangsari dan Bandengan bisa menyulap kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata baru.

Tayang:
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Para pekerja sedang menguruk lahan sepanjang 1 kilometer di Kelurahan Karangsari dan Bandengan Kabupaten Kebdal untuk dibangun tanggul laut pencegah banjir rob, Senin (18/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Program penanganan skala kawasan kota tanpa kumuh (Kotaku) di kampung nelayan Kelurahan Bandengan dan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal diperkirakan mencapai 50 persen.

Proyek pekerjaan yang menelan anggaran Rp 23 miliar dari Pemerintah Pusat itu ditarget selesai Oktober 2022.

Kepala Disperkim Kendal, Noor Fauzi mengatakan, sejumlah pekerjaan seperti drainase, gapura, pemasangan sheet pile, dan pembangunan pedestrian sudah dikerjakan. 

Baca juga: Ini Penyebab Lambatnya Capaian Vaksinasi Booster di Kendal, Baru Tercapai 21 Persen

Katanya, saat ini sedang melangsungkan pembangunan tanggul laut yang membentang dari wilayah Perairan Karangsari hingga Bandengan sepanjang 1 kilometer.

Setelah itu disusul pembangunan dua rumah pompa untuk mengantisipasi jika terjadi banjir rob dan beberapa pembangunan lanjutan. 

Fauzi menjelaskan, pembangunan tanggul laut atau sabuk pantai dimaksudkan untuk meminimalisir terjadinya rob.

Sehingga, program kota tanpa kumuh skala kawasan di Karangsari dan Bandengan bisa menyulap kawasan kumuh menjadi daya tarik wisata baru.

"Program Kotaku ini sudah dikerjakan sejak Januari 2022."

"Diharapkan menjadi solusi untuk menangani tempat kumuh berbasis kawasan."

"Kami target Oktober 2022 selesai, maksimal akhir tahun ini," terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (18/7/2022).

Para pekerja sedang menguruk lahan sepanjang 1 kilometer di Kelurahan Karangsari dan Bandengan Kabupaten Kebdal untuk dibangun tanggul laut pencegah banjir rob, Senin (18/7/2022).
Para pekerja sedang menguruk lahan sepanjang 1 kilometer di Kelurahan Karangsari dan Bandengan Kabupaten Kebdal untuk dibangun tanggul laut pencegah banjir rob, Senin (18/7/2022). (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM)

Baca juga: Calon Penumpang KMP Kalibodri Kendal Wajib Sudah Divaksin Booster

Fauzi menuturkan, pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pusat senilai Rp 56 miliar untuk menuntaskan kawasan kumuh di dua kelurahan itu.

Namun, besaran dana yang diterima di angka Rp 23 miliar belum cukup untuk menuntaskan kawasan secara menyeluruh.

Keterbatasan anggaran ini, terang Fauzi, hanya bersifat mengurangi masalah kumuh, selanjutnya harus dilakukan program lanjutan agar kesan kawasan kumuh di dua kampung nelayan itu teratasi. 

"Program Kotaku sudah jalan sesuai perencanaan."

"Kami sudah ajukan anggaran ke pusat lagi untuk menjangkau program pembangunan yang belum dilakukan, supaya penanganan kawasan kumuh ini bisa optimal," ujarnya. 

Fauzi menyebut, saat ini ada 5 kecamatan di Kabupaten Kendal yang terdata sebagai kawasan kumuh.

Meliputi Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kota Kendal, Weleri, dan Rowosari. 

Selain program Kotaku, kata dia, juga dilakukan program penanganan kawasan kumuh berskala lingkungan.

Baca juga: Cerita Polisi Tangkap Bayu Aji di Boja Kendal, Warga Singorojo Ini Hendak Kirim Paket Sabu

Seperti, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan pembangunan jalan lingkungan dari anggaran DAK di 9 lokasi, yang menyasar 150 unit RTLH dengan anggaran Rp 37 juta per unit pada 2022. 

Disamping itu, lanjutnya, Pemkab Kendal melalui dinas terkait bakal meneruskan program Kotaku dengan program penanganan lanjutan pada 2023.

"Yang sudah berjalan, minimal mengurangi kondisi kumuh."

"Beberapa kegiatan tidak ter-cover Kotaku akan ditangani menggunakan APBD."

"Sudah kami perhitungkan untuk menangani rob juga, namun pekerjaan masih berjalan, belum bisa dilihat dampaknya," jelas Fauzi kepada Tribunjateng.com, Senin (18/7/2022).

Penanggungjawab lapangan pembangunan tanggul laut, Imam Purwanto menerangkan, proses pengurukan wadas dan pemasangan sasak sudah mulai dikerjakan.

Dengan target, 15-30 hari ke depan bisa nyambung dari Karangsari ke Bandengan.

Baca juga: Sektor Pendidikan Kendal Digelontor Anggaran DAK Rp 332 Miliar Kemendikbudristek

Setelah pembangunan dasar selesai, lanjut dia, akan dilakukan pengecoran pondasi tanggul laut sepanjang 1 kilometer.

Dia berharap, setelah tanggul atau sabuk pantai terbangun bisa mengatasi rob yang membanjiri perkampungan dua kelurahan. 

"Pekerjaan tanggul diperkirkaan baru mencapai 20 persen."

"Dengan pembangunan tanggul ini, setidaknya warga Karangsari dan Bandengan punya harapan agar ke depan tidak terkena banjir lagi."

"Karena saat ini banjir rob masih datang terus," ujarnya. (*)

Baca juga: Apakah T-50i Golden Eagle? Pesawat Tempur yang Dikabarkan Hilang Kontak, Puingnya Ditemukan di Blora

Baca juga: Inilah Waterpark Tembalang Asri Demak, Sebulan Bisa Hasilkan Rp 100 Juta

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Salatiga, Tiga Mobil dan Dua Motor, Sopir Kijang: Mohon Maaf Saya Mengantuk

Baca juga: Nex Carlos Ternyata Bisa Romantis, Begini Cara Lamar Vienesca Laurencia di Kepulauan Seribu

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved