Berita Sragen

322 Kendaraan Pelat Merah di Sragen Belum Bayar Pajak, Kebanyakan Sepeda Motor

Sebanyak 30 persen kendaraan pelat merah milik Pemkab Sragen yang belum bayar pajak.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Sejumlah kendaraan dinas Kabupaten Sragen ketika parkir di kawasan Gedung DPRD Sragen, Selasa (19/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 30 persen kendaraan berpelat nomor merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen yang belum bayar pajak. Dari jumlah itu, sebagian besar ialah sepeda motor.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika sosialisasi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Pendopo Sumonegaran Rumah Dinas Bupati.

"Menurut data, banyak kendaraan plat merah yang belum bayar pajak. 30 persen, angka yang cukup banyak. Termasuk kendaraan yang dihibahkan ke desa dan ke instansi vertikal," kata Yuni, Selasa (19/7/2022).

Yuni melanjutkan akan membuat peraturan yang lebih jelas dan rijit. Jika sudah dihibahkan, kata Yuni kendaraan berarti sudah menjadi tanggung jawab yang menerima kendaraan.

Tidak berhenti disitu Yuni meminta agar terus digali lagi. Jika kendaraan yang sudah dihibahkan ke desa, pemerintah desa yang harus bayar pajak.

"Tolong nanti diidentifikasikan, 30 persen mana saja,  berapa persen di desa, berapa di instansi vertikal hingga OPD.Konotasi plat merah ialah pemerintah Kabupaten Sragen.

"Saya juga mau cek, kendaraan dinas saya sudah bayar pajak apa belum, ini sebuah tamparan bagi saya sudah difasilitasi negara tapi tidak dibayar," katanya.

Bupati berharap, seluruh perwakilan baik dari desa, lurah, camat, OPD yang hadir untuk kembali mengecek aset yang dimiliki. Yuni menegaskan ASN harus tertib administrasi dan tertib bayar pajak.

Yuni juga mengingatkan masih banyak kendaraan bermotor yang berplat nomor luar Kabupaten Sragen. Dirinya meminta agar segera balik nama agar pajak bisa masuk ke Kabupaten Sragen.

Terpisah, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen Dwiyanto mengatakan setelah dihitung kendaraan dinas yang belum bayar pajak hanya 14,77 persen.

Sementara itu jumlah kendaraan dinas sebanyak 2.180 kendaraan, artinya ada 322 kendaraan nunggak pajak. Dwiyanto mengaku pihaknya tentu berkomitmen akan membayar kendaraan plat merah yang belum pajak.

"Kami sudah diberitahu Samsat sebelumnya, surat sudah kita edaran dan evaluasi.
Samsat sudah koordinasi dengan kami dan akan kami tagih ke berbagai pihak baik yang sudah dihibahkan maupun yang ada di SKPD," kata Dwi kepada Tribunjateng.com.

Ketika ditanyai jenis kendaraan yang belum bayar pajak, Dwiyanto mengaku rata-rata sepeda motor namun mobil dinas juga ada yang belum bayar pajak. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved