Berita Kendal

Dinkes Kendal: Saat Ini 7.892 Balita Terkena Stunting, Kasus Tertinggi di 4 Kecamatan

Angka stunting di Kabupaten Kendal naik dari 8,06 persen atau 4.128 balita menjadi 13,3 persen atau 7.892 balita.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Penandatanganan komitmen bersama oleh pejabat di Lingkungan Pemkab Kendal terkait penanganan stunting, Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemkab Kendal menggarap serius penanganan stunting pada 2022 dengan menggelontorkan anggaran Rp 26,8 miliar.

Bersumber dari APBD Rp 20 miliar dan APBN Rp 6,8 miliar.

Penanganan ini dilakukan karena kasus stunting di Kabupaten Kendal terus mengalami peningkatan.

Baca juga: Bupati Kendal Pastikan Harga Cabai Stabil Agustus - September, Ini Alasannya

Baca juga: Wakil Menteri Perdagangan Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Kendal, Pastikan Migor Curah di Bawah HET

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Parno mengatakan, angka stunting di Kabupaten Kendal naik dari 8,06 persen atau 4.128 balita menjadi 13,3 persen atau 7.892 balita dari total jumlah balita yang ada.

Kasus tertinggi terjadi di wilayah Kecamatan Sukorejo, Patean, Plantungan, dan Pageruyung dari total 20 kecamatan. 

Pihaknya bakal berupaya penuh menekan angka stunting hingga 3,5 persen pada tahun ini dengan memaksimalkan pelayanan di 30 Puskesmas dan 1.400 posyandu. 

Penandatanganan komitmen bersama oleh pejabat di Lingkungan Pemkab Kendal terkait penanganan stunting, Rabu (20/7/2022).
Penandatanganan komitmen bersama oleh pejabat di Lingkungan Pemkab Kendal terkait penanganan stunting, Rabu (20/7/2022). (TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM)

"Nantinya, dari kami akan memberikan pengadaan alat ukur bayi, memberikan makanan tambahan untuk balita di setiap posyandu."

"Termasuk juga pengadaan tablet tambah darah untuk remaja putri yang hendak menikah," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (20/7/2022).

Parno juga akan terus menggandeng tokoh masyarakat, pemerintah desa, warga, dan semua pihak yang berkaitan untuk menekan pertumbuhan kasus stunting. 

"Targetnya minimal bisa menurunkan angka stunting 3,5 persen tahun ini."

"Kalau bisa sampai 5 persen karena kasus saat ini cukup tinggi," lanjut dia. 

Baca juga: Bupati Kendal Pastikan Harga Cabai Stabil Agustus - September, Ini Alasannya

Baca juga: Cerita Polisi Tangkap Bayu Aji di Boja Kendal, Warga Singorojo Ini Hendak Kirim Paket Sabu

Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki menerangkan, penanganan angka stunting di Kabupaten Kendal menjadi perhatian pemerintah daerah.

Anggaran yang ada bakal dimaksimalkan untuk merealisasikan program penanganan stunting. 

Pihaknya juga bakal melakukan evaluasi program kerja yang sudah berjalan, agar lebih efektif dan efisien.

Sehingga, Kabupaten Kendal tidak kalah dengan kabupaten/kota sekitar dalam hal menuntaskan persoalan stunting. 

"Kami harap, melalui anggaran yang ada, angka stunting bisa turun drastis."

"Sehingga, Kabupaten Kendal bisa zero stunting."

"Seluruh stakeholder dari tingkat desa sampai kabupaten harus bisa bekerja secara maksimal."

"Karena anggaran yang disediakan sudah cukup besar," tegasnya. (*)

Baca juga: Persibas Banyumas Tetap Ikut Liga 3, Sadewo Tri Lastiono: Soal Dana Dipikir Nanti, Dibikin Santai

Baca juga: Dugaan Mafia Tanah di Kudus, Sertifikat Tanah Solikah Berubah Kepemilikan, Tanda Tangan Dipalsu

Baca juga: Heboh Gerbang Kantor Desa Gedongan Karanganyar Digembok, Tri Rohmadi: Entah Siapa Pelakunya

Baca juga: Syekh Puji Muncul Lagi, Viral di Medsos Facebook, Wakafkan Tanah di Bedono Kepada Ponpes Lirboyo

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved