Berita Solo

HEBOH Pembayaran Infaq Sebesar Rp 5 Juta di MTs N 1 Surakarta, Orangtua Keluhkan Hal Ini

Salah satu orang tua murid kelas VIII di MTs N 1 Surakarta mengeluhkan adanya kewajiban membayar uang infaq.

Dok Pribadi Narasumber
Form atau surat pernyataan pembayaran uang infaq yang dikeluarkan pihak MTs N 1 Surakarta kepada wali murid yang diterima DC pada tahun lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Salah satu orang tua murid kelas VIII di MTs N 1 Surakarta mengeluhkan adanya kewajiban membayar uang infaq.

Orang tua murid itu hanya berkenan namanya ditulis dengan inisial DC (44). Bukan tanpa alasan dia meminta namanya ditulis inisial, karena akan berdampak pada anak.

Dampak yang dimaksud adalah, bila diketahui nama aslinya, anaknya akan mendapatkan sindiran dari guru-guru di sekolah tersebut.

Saat dikonfirmasi Tribun Jateng, DC yang merupakan warga Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar itu menyampaikan keberatannya dengan adanya kewajiban membayar uang infaq dengan nominal Rp 5 juta.

Hal yang memberatkan DC, selain jumlah nominal yang tidak sedikit itu, yakni adanya jumlah nominal yang pasti.

Padahal menurutnya, di dalam form atau surat pernyataan yang dia terima dalam kolom nominal tidak diisi alias hanya diisi dengan titik-titik.

"Sangat keberatan (dengan jumlah tersebut, red). Apalagi kondisi pandemi dan krisis begini," ucapnya kepada Tribun Jateng melalui Whatsapp, Rabu (20/7/2022) siang.

Selain soal jumlah, yang menjadi keberatan DC adalah waqaf yang nilainya ditentukan jumlah dan batas waktu pembayarannya.

Dia menyampaikan, Komite Sekolah MTs N 1 Surakarta yang seharusnya menjadi jembatan kepentingan antara wali murid dan madrasah, kenyataannya bukan orang tua wali murid yang memilih siapa yang jadi komite.

"Dan justru komite menjadi alat bagi madrasah untuk melakukan hal-hal yang madrasah tidak boleh pungut," tegasnya.

Dia menceritakan, mendapatkan sodoran surat pernyataan pembayaran itu pada tahun lalu saat anaknya baru masuk ke sekolah yang berada di Jalan MT Haryono Nomor 24D, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo tersebut.

Di dalam surat pernyataan tersebut, juga sudah tertempel materai 10.000 yang berada di kolom tandatangan wali murid.

"Saya tidak menandatangani surat tersebut, karena saya tidak setuju," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya, ketika ada orang tua murid atau wali murid yang cukup vokal menyuarakan tidak setuju adanya pembayaran tersebut sang anak justru mendapatkan sindiran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved