Berita Tegal

Pemkab Tegal Komitmen Turunkan Angka Stunting Tahun 2024 Mendatang Jadi 14 Persen 

Pemkab Tegal berupaya serius untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Diskominfo Kabupaten Tegal
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal, Khofifah (dua kiri), sedang menyampaikan pemaparan terkait upaya penurunan angka stunting yang dilakukan Pemkab Tegal di acara Talkshow Bincang Kreatif Radio Slawi FM, Selasa (19/7/2022) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal berupaya serius untuk menurunkan angka stunting di wilayahnya. Bahkan tahun 2024 ditargetkan turun menjadi 14 persen. 

Hal tersebut dinyatakan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Tegal, Khofifah, di acara Talkshow Bincang Kreatif Radio Slawi FM, dengan tema Satu Padu Turunkan Stunting, Selasa (19/7/2022) kemarin. 

Dijelaskan, angka stunting di Kabupaten Tegal berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia atau SSGI mencapai 28,1 persen.

Angka tersebut, merupakan peringkat tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Wonosobo. 

“Penggunaan sampling data dengan sekitar 300 anak diukur dan digeneralisasi, akhirnya ketemu 28,1 persen se Kabupaten Tegal. Secara teori statistik, berarti hampir seperempat anak balita di Kabupaten Tegal mengalami stunting,”ungkap Khofifah, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (20/7/2022). 

Tim Percepat Penurunan Stunting (TPPS), lanjut Khofifah, mengupayakan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Tegal dengan menggelar program "Gebyar Posyandu" periode Agustus 2022. 

Gebyar posyandu ini untuk memastikan berapa angka balita dari umur 0 sampai 59 bulan yang terkena stunting. 

Pelayanan posyandu juga melayani pemberian vitamin kepada anak-anak, disamping pengukuran berat badan, pengukuran panjang atau tinggi anak, juga ada layanan konsultasi. 

Penggerakan posyandu merupakan salah satu upaya dari program penurunan stunting di Kabupaten Tegal.
 
“Ayo datang dan gebyarkan posyandu periode 1- 31 Agustus 2022,” ajak Khofifah. 

Melalui Program Gebyar Posyandu, menurut Khofifah masyarakat bisa memperoleh kemudahan informasi dan pelayanan bagi ibu, bayi dan balita, sehingga pertumbuhannya akan terpantau.

“Komitmen penurunan stunting dikawal mulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) bayi, dan mengawal calon pengantin dengan kerjasama melalui Kementrian Agama, serta sosialisasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA), karena stunting dimulai dari keluarga,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved