Berita Tegal

Terdapat 47 Ibu Hamil dan 5 Balita Stunting di Desa Kabunan Kabupaten Tegal

Kades Kabunan sampaikan ada 47 ibu hamil, 7 di antaranya harus dalam pengawasan.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Kepala Desa Kabunan, Chamdan, saat memberikan sambutan dan pemaparan pada kegiatan sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi (KIE) program bangga kencana yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat bersama mitra. Berlokasi di Balai Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu (20/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kepala Desa Kabunan, Chamdan, menyampaikan pada Juli 2022 ini terdapat 47 ibu hamil yang tujuh diantaranya harus dalam pengawasan karena berisiko tinggi. Sementara itu, juga ditemukan lima anak terindikasi stunting. 

Informasi tersebut disampaikan Chamdan, saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi (KIE) program bangga kencana yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat bersama mitra. 

Berlokasi di Balai Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Rabu (20/7/2022).

Hadir pada kegiatan tersebut, Anggota Komisi lX DPR RI, Dewi Aryani atau yang kerap disapa DeAr, Koordinator Bidang Adpin BKKBN Provinsi Jateng, Harlin Is Ambarwati, dan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tegal, Khofifah.

Selain itu juga mengundang warga, kader PKK, posyandu, dan unsur terkait lainnya.

Chamdan menuturkan, 47 ibu hamil tersebut secara umum dalam kondisi sehat dan baik.

Tapi Chamdan tidak menampik, jika tujuh diantaranya harus mendapatkan pengawasan karena berisiko tinggi.

"Harapannya dengan pemaparan dari BKKBN, ibu Dewi Aryani, mengenai stunting maupun keluarga berencana, warga bisa teredukasi dan meningkatkan kesehatannya," kata Chamdan, pada Tribunjateng.com, Rabu (20/7/2022).

Pada kesempatan ini, kepala desa tidak hanya menyampaikan mengenai angka ibu hamil di Desa Kabunan saja, tapi juga mengenai jumlah anak yang terindikasi stunting.

Dikatakan, secara data pada Juli 2022 ini, setidaknya ada lima anak di Desa Kabunan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal yang secara pengamatan menurut ahli kesehatan terindikasi stunting.

"Beberapa upaya sudah kami lakukan untuk mencegah ataupun menanggulangi stunting, diantaranya mengadakan sosialisasi pada ibu lewat PKK, posyandu, dan lain-lain. Sehingga adanya kegiatan kali ini saya sangat berharap bisa menjadi motivasi, semangat hidup, dan sehat bagi masyarakat khususnya warga Desa Kabunan," ungkapnya.

Sementara itu masih pada kesempatan yang sama, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Tegal, Khofifah, mengungkapkan sesuai data dari Dinas Kesehatan sampai Juli 2022 terdapat 12.469 ibu yang sedang hamil di Kabupaten Tegal.

Melihat data tersebut, maka beberapa waktu mendatang akan ada bayi lahir sebanyak 12.469 jiwa (jika semuanya selamat).

Maka pada kesempatan ini, Khofifah mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan dari jumlah tersebut ada ibu yang berisiko melahirkan anak-anak stunting.

"Untuk mengantisipasi stunting, kami membentuk tim pendamping keluarga atau TPK sebanyak 1.230 tersebar di desa atau kelurahan se-Kabupaten Tegal. Tim TPK ini terdiri dari tenaga kesehatan, TPPKK, dan kader KB," jelas Khofifah.

Selain itu, lanjut Khofifah, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi lainnya seperti mendampingi calon pengantin (caping).

Adapun calon pengantin yang mendapat pendampingan yaitu mereka yang lingkar lengan atasnya kurang dari 23,5 cm.

Calon pengantin yang lingkar lengan atasnya kurang dari angka tersebut, maka direkomendasikan supaya jangan hamil dahulu.

"Jadi calon pengantin perempuan yang ukuran lingkar lengan bagian atasnya kurang dari 23,5 cm boleh menikah tapi disarankan jangan hamil dulu. Nantinya harus dikasih asupan gizi dan lain-lain supaya lebih baik dan aman untuk hamil," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved