Berita Sragen

174 Ribu Kendaraan di Sragen Nunggak Pajak, Tunggakan Capai Rp 52 Miliar

Sebanyak 174 ribu kendaraan di Kabupaten Sragen menunggak bayar pajak senilai Rp 52 miliar. Jumlah itu terdata dari 600 ribu kendaraan di Kabupaten Sr

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Antrean warga yang akan melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor di UPTD Samsat Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 174 ribu kendaraan di Kabupaten Sragen menunggak bayar pajak senilai Rp 52 miliar. Jumlah itu terdata dari 600 ribu kendaraan di Kabupaten Sragen per akhir Juni 2022.

Kepala Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah Kabupaten Sragen, Sri Marjoko menyampaikan, tingkat kepatuhan pemilik kendaraan untuk membayar pajak berada pada angka 71 persen.

“Sisanya, ada 29 persen perlu digarap bersama dalam rangka optimalisasi pajak kendaraan bermotor," kata Marjoko, dalam sosialisasi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Pendapa Sumonegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (19/7).

Marjoko mengatakan, sosialisasi ini meningkatkan kepatuhan wajib pajak untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Dia melanjutkan hasil dari pajak kendaraan akan dibagi hasil ke Kabupaten Sragen. Marjoko mengatakan realisasi dari tahun ke tahun cenderung meningkat, kecuali pada 2020, karena pandemi Covid-19.

Dia mengungkapkan, pendapatan kembali naik ketika 2021 ketika perkembangan ekonomi mulai merangkak naik. Pada 2022 dari target yang ditetapkan Kabupaten Sragen sudah tercapai 43 persen.

"Pada 2021 bagi hasil setorkan ke APBD Sragen Rp 156,5 miliar. Pada 2022, sampai 31 Juni, sudah di Rp 63,9 miliar. Kami berharap dari peningkatan kerjasama kolaborasi ini akan bisa meningkatkan potensi yang ada di Sragen dalam rangka meningkatkan PAD," katanya.

Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati membenarkan, PAD dari pajak bisa menambah APBD di Kabupaten Sragen. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, dana transfer dari Pemerintah Pusat terus dikurangi.

"Mengelola PAD, salah satunya dari pajak kendaraan bermotor kita di Sragen (Pemkab Sragen—Red) mendapatkan bagi hasil yang lumayan, bisa untuk membangun. Ini salah satu yang bisa diharapkan menggali potensi pajak dari potensi asli daerah Kabupaten Sragen. Jika masih ada yang menunggak, mari bersama-sama sosialisasi bayar pajak," katanya.

Yuni mengaku, PAD dari tahun ke tahun meningkat. Namun, dua tahun selama pandemi Covid-19, Kabupaten Sragen bisa melampaui dari target.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved