Berita Nasional

Cek Kendaraanmu 2 Tahun Tak Bayar Pajak Tungganganmu Resmi Jadi Motor Bodong

Cek lagi kendaraanmu karena pemerintah akan menetapkan tungganganmu jadi mobil atau motor bodonh jika 2 tahun tak membayar pajak.

Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/M Alfi
Setelah melakukan Operasi Panah Candi 2013 yang dimulai 18 Oktober hingga 4 November, Polres Demak menjaring 17 sepeda motor bodong yang tanpa dilengkapi surat-surat. Termasuk menahan dua tersangka yang telah lama menjadi target operasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cek lagi kendaraanmu karena pemerintah akan menetapkan tungganganmu jadi mobil atau motor bodonh jika 2 tahun tak membayar pajak.

Hal itu diketahui setelah Pembina Samsat Nasional bakal melakukan penghapusan data kendaraan bermotor yang tidak melakukan registrasi ulang STNK, pembayaran pajak, dan pembayaran SWDKLLJ selama dua tahun.

Hal ini sebagai implementasi dari ketentuan dalam Pasal 74 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Baca juga: Bermula Dari Dipaksa Teman Setubuhi Kucing dan Direkam, Bocah SD Tak Mau Makan Hingga Meninggal

Baca juga: Shin Tae-yong Sebut Timnas U19 Indonesia Kekurangan Pemain untuk Piala Dunia U20 2023

Baca juga: Pertarungan Maut 3 vs 1 Komplotan Pencuri Lawan Seorang Dituduh Informan Polisi, 2 Tewas

Pembina Samsat Nasional yang terdiri dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) dan PT Jasa Raharja saat ini masih terus melakukan sosialisasi terkait aturan tersebut.

Direktur Utama Jasa Raharja Rivan A. Purwantono mengatakan, sosialisasi diharapkan dapat diterima oleh seluruh masyarakat, khususnya pemilik kendaraan bermotor yang nantinya juga berdampak terhadap registrasi yang baik, sampai pada penegakan hukum yang baik.

"Kami berharap, tentunya ini akan memberikan manfaat bagi Pemda, dan tentunya untuk masyarakat, untuk bisa tertib terhadap pajak dan juga tertib dalam keselamatan berkendara,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (21/7/2022).

Adapun pada Pasal 74 UU 22/2009 disebutkan bahwa penghapusan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dapat dilakukan bila pemilik kendaraan bermotor tak melakukan registrasi ulang sekurang-kurangnya 2 tahun setelah masa berlaku STNK habis.

Bila registrasi kendaraan bermotor telah dihapus, maka kendaraan tersebut tak dapat diregistrasikan kembali.

Pelaksanaan penghapusan data kendaraan bermotor ini pun akan dilakukan secara bertahap seiring masih dilakukannya sosialisasi. Berdasarkan data Korlantas Polri, hingga Desember 2022 ada sekitar 148 juta kendaran yang telah teregistrasi.

Namun, masih ada sedikitnya 40 persen masyarakat atau pemilik kendaraan bermotor yang tidak melakukan daftar ulang (TDU).

"Berdasarkan data itu, kalau seandainya mereka melakukan daftar ulang, ada potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) sekitar Rp 100 triliun yang bisa dipergunakan kembali untuk pembangunan infrastruktur nasional," ungkapnya.

Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 9 Halaman 1, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 14, Energi Air dan Listrik

Detik-detik Evakuasi Jatuhnya Petugas Kebersihan dari Menara Gereja Blenduk Berlangsung Dramatis

Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan kepatuhan registrasi kendaraan bermotor agar mendorong peningkatan pembayaran pajak. Upaya peningkatan juga akan dilakukan tim Pembina Samsat Nasional dengan penataan data yang baik melalui single data kendaraan bermotor.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni mengatakan, implementasi ini nantinya akan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan memberikan pemasukan kepada daerah.

“Sehingga daerah bisa membangun dan meningkatkan pelayanan publiknya serta meningkiatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Fatoni. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved