Berita Boyolali

Puspo Wardoyo Bangun Wisata Kali Pepe Land Manfaatkan Tepi Sungai untuk Kegiatan Wisata, Seni Budaya

Kepedulian Puspo Wardoyo Bangun Wisata Kali Pepe Land: Manfaatkan Tepi Sungai untuk Kegiatan Wisata, Seni Budaya, dan Srawung Warga

Tribun Jateng/Muhammad Sholekan
Suasana kawasan wisata Kali Pepe Land yang berada di dua wilayah yakni Boyolali dan Karanganyar pada Rabu (20/7/2022). 

"Yang penting bukan untuk pemukiman. Karena itulah kami ingin mengubah kawasan Kali Pepe yang jembrung (kumuh) agar bisa dibuat kawasan yang nyaman untuk wisata dan ekonomi warga,” tambahnya.

Lahan milik Puspo berada di sisi utara tepi Sungai Kali Pepe masuk wilayah Desa Gagak Sipat, Ngemplak, Kabupaten Boyolali seluas 4 ribu meter persegi dan akan ditambah menjadi 1,5 hektar.

Lahan itu diubah menjadi tujuan wisata kuliner baru. Ada area parkir cukup luas, kemudian tempat kuliner menghadap sungai.

Belum puas, Puspo kemudian menyewa lahan milik desa yang ada di sisi selatan sungai untuk memperluas kawasan wisata dan ruang publik tersebut. Lahan desa yang disewa seluas 12 ribu meter persegi. 

Sehingga jika digabung maka kawasan Kali Pepe Land itu, termasuk bantaran sungai yang ditata, mencapai hampir 4 hektar. 

Agar antara lahan yang ada di sisi utara dan selatan bisa terhubung, Puspo rela membuat jembatan secara mandiri dengan konstruksi yang kokoh tak kalah dengan jembatan yang dibuat dengan dana pemerintah.

Untuk membangun jembatan yang menghubungkan wilayah Gagak Sipak dengan Colomadu tersebut, Puspo rela menghabiskan lebih dari  1, 5 miliar. 

Jembatan ini selain digunakan untuk melayani pengunjung Kali Pepe Land, juga sengaja dibuat Puspo untuk memfasilitasi mobilitas warga antar dua daerah yang terpisah sungai. Jembatan dengan kontsruksi besi itu bisa dipakai lalu lintas warga.

Agar dua lahan yang sudah terhubung itu bisa dinikmati warga dengan nyaman, Puspo rela “menyulap” kawasan bantaran sungai di sepanjang sungai yang tadinya kumuh dan kotor menjadi kawasan yang bersih, rapi dan bisa digunakan kegiatan wisata, seni budaya serta ruang publik.

Kebetulan di kawsan kalipepeland juga terdapat peninggalan sejarah berupa jembatan lori. Yakni kereta yang untuk mengangkut tebu dari kebun menuju pabrik gula di Colomadu.

Jembatan itu dioerkirakan dibangun pada abad 18,  sekarang masih terputus dan akan dibuatkan replika untuk menyambungkan kembali. Banyak misteri tersimpan dalam jembatan tersebut, yang kisahnya dapat dibaca dalam tulisan tersendiri.

 Untuk mengubah kawasan ini menjadi kawasan yang tertata dan rapi, ia juga rela menghabiskan puluhan miliaran rupiah dari kantongnya sendiri.

“Yang penting bisa nyaman dipakai untuk wisata bagi warga, tidak dibangun bangunan pemukiman atau permanen. Di luar negeri saya lihat juga biasa menggunakan bantaran sungai untuk wisata,” tandasnya. (*)

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Jumat 22 Juli 2022, Cancer Terus Berharap Meski Kelihatannya Mustahil

Baca juga: Inilah Daftar 50 Kota Terbaru yang Wajib Daftar MyPertamina untuk Membeli Pertalite dan Solar

Baca juga: Pengakuan Seung Ha Eks BaBa Alih Profesi Jadi Bintang Porno, Bayarannya Setara Mobil Sedan di Korea

Baca juga: INNALILLAHI! Siswi SMA Negeri 15 Tewas Tertimpa Pohon Kelapa Saat Berangkat Sekolah

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved