Berita Pati

Karang Taruna Desa Lahar Pati Iuran Donasi untuk Korban Banjir Bandang

Karang Taruna Mandala Desa Lahar mewujudkan rasa empati terhadap korban banjir.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Dok. Karang Taruna Mandala
Ketua Karang Taruna Mandala Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Angga Saputra, menyerahkan donasi untuk korban banjir bandang hasil iuran anggota pada Kepala Desa Tunjungrejo Mochamad Ali Zuhri, Kamis (21/7/2022). 

TRIBUNMURIA.COM, PATI - Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, mewujudkan rasa empati terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Pati dengan cara menyalurkan bantuan sejumlah uang. 

Ketua Karang Taruna Mandala Angga Saputra mengatakan, pihaknya merasa iba setelah mendengar kabar banjir bandang di Kecamatan Margoyoso.

Anggota karang taruna lalu iuran secara sukarela untuk membantu para korban banjir bandang di Desa Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul.

”Hari ini kami memberikan bantuan kepada saudara kita di Desa Tunjungrejo dan Bulumanis Kidul yang terdampak banjir bandang. Donasi ini iuran dari anggota, seikhlasnya,” kata Angga, Kamis (21/7/2022). 

Ia berharap para korban banjir bandang diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah swt.

Ia juga berharap masyarakat bisa kembali melanjutkan kehidupan dengan lebih baik. 

”Ini merupakan wujud empati terhadap saudara-saudara yang sedang mengalami musibah. Semoga diberi ketabahan. Memang nominalnya tidak seberapa, tapi kami harap sedikit bantuan ini dapat bermanfaat bagi para korban,” tandas dia. 

Kepala Desa Tunjungrejo Mochamad Ali Zuhri berterima kasih atas bantuan ini. 

Ia merasa bantuan ini sangat berarti bagi warga korban banjir

Menurut dia, bantuan sekecil apa pun akan pihaknya terima dan salurkan kepada korban banjir bandang.

”Meskipun hanya mi instan satu kardus atau uang Rp 100 ribu itu sangat berarti. Sudah terenyuh hati kami,” kata Ali. 

Terlebih, saat ini warga masih membutuhkan banyak dana untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak atau bahkan hanyut disapu banjir bandang. 

Di Tunjungrejo, sedikitnya ada 18 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang, Kamis (14/7/2020) lalu. 

Belasan rumah itu mengalami kerusakan sedang, berat, hingga hanyut tak bersisa. 

Saat ini, donasi dari masyarakat atau pihak swasta hampir mencapai Rp 100 juta. Sementara, kerugian warga desa ditaksir lebih dari Rp 1 miliar. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved