Berita Pekalongan

Kodim 0710 Pekalongan Siapkan Lahan 3,5 Hektare untuk Ketahanan Pangan

Kodim 0710 Pekalongan buka lahan pertanian seluas 3,5 hektare untuk ditanami jagung.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Koramil 07 Wonopringgo
Anggota Koramil 07 Wonopringgo saat membuka lahan pertanian seluas 3,5 Hektar untuk ditanami komoditas jagung yang merupakan lahan milik TNI AD bertempat di lingkungan Koramil 07 Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna terwujudnya ketahanan pangan nasional, Kodim 0710 Pekalongan membuka lahan pertanian seluas 3,5 hektare untuk ditanami komoditas jagung yang merupakan lahan milik TNI AD bertempat di lingkungan Koramil 07 Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. 

Penyiapan lahan saat ini, pada taha

Anggota Koramil 07 Wonopringgo saat membuka lahan pertanian seluas 3,5 Hektar untuk ditanami komoditas jagung yang merupakan lahan milik TNI AD bertempat di lingkungan Koramil 07 Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan.
Anggota Koramil 07 Wonopringgo saat membuka lahan pertanian seluas 3,5 Hektar untuk ditanami komoditas jagung yang merupakan lahan milik TNI AD bertempat di lingkungan Koramil 07 Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. (Dok. Koramil 07 Wonopringgo)

p pembersihan lahan dari rumput dan pembajakan tanah yang sudah mencapai 50 persen yang dikerjakan oleh anggota Koramil 07 Wonopringgo dibantu masyarakat sekitar koramil.
 
Danramil 07 Wonopringgo Kapten Infanteri Parman menerangkan, lahan seluas 3,5 hektar yang berada dilingkungan koramilnya tersebut nantinya akan ditanami dengan tanaman jagung, karena sesuai dengan konstruksi tanah yang ada.
 
"Menindaklanjuti perintah dari satuan atas, nantinya lahan seluas 3,5 hektar ini akan kita tanami dengan tanaman jagung jenis bisi 18, karena memang lahannya sangat cocok dengan jenis tanaman ini, sehingga kita harapkan hasilnya nanti juga bisa maksimal," kata Danramil 07 Wonopringgo Kapten Infanteri Parman, Kamis (21/7/2022).

Pihaknya menjelaskan, awalnya lahan tersebut kurang produktif karena hanya ditanami dengan tanaman tahunan, seperti pohon sengon.

Kemudian, beberapa tahun belakangan mulai diolah dan dimanfaatkan dengan tanaman musiman agar hasilnya lebih maksimal dan bisa membantu dalam ketahanan pangan daerah dan nasional.
 
"Awalnya memang lahan ini kurang produktif, lalu beberapa musim belakangan mulai kita manfaatkan dan ada hasilnya.

Oleh karena itu, saat ini lebih kita maksimalkan lagi dalam pengolahannya sehingga diharapkan bisa menghasilkan panen yang lebih baik," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved