Berita Semarang

Ricky Hanya Keluarkan Biaya Rp 130 dari Jakarta-Semarang Pakai Mobil Listrik 

PT PLN (Persero) UID Jateng & DI Yogyakarta terus berupaya tingkatkan infrastruktur.

Penulis: hermawan Endra | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Hermawan Endra
Ilustrasi. Mobil listrik C+Pod dan Prius terpajang di halaman Gedung Prof Sudarto, Rabu (25/5). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT PLN (Persero) UID Jateng & DI Yogyakarta terus berupaya meningkatkan infrastruktur dalam mendukung Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

Tahun 2022 ini rencananya akan ada penambahan empat stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). 

General Manager PT PLN (Persero) UID Jateng & D.I Yogyakarta, M Irwansyah Putra mengatakan, saat ini sudah ada 10 SPKLU yang sudah beroperasi di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Pihaknya siap mendukung penuh kebutuhan infrastruktur listrik sebagai upaya migrasi dari mobil berbahan bakar fosil ke energi listrik. 

"Menyiapkan infrastruktur sebagai kepanjangan tangan pemerintah. Untuk menggiatkan kendaraan berbasis batre," katanya saat menyambut kedatangan komunitas mobil elektrik Indonesia (Koleksi) di Halaman Kantor PLN UID Jateng DIY, Jl. Teuku Umar No. 47, Kota Semarang, Kamis (21.7) malam. 

Ketua Koleksi, Arwani Hidayat acara touring Jakarta-Bali ini diselenggarakan dalam rangka promosi PLN dalam penggunaan kendaraan listrik.

Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk menguji coba infrasturktur mobil listrik, khususnya charger. 

"Melakukan pengetesan dan kemudian melakukan nanti review dan report akan disampaiikan ke stakeholder, termasuk PLN, wilayah mana yang harus ditambah dan diperbaharu. Sejauh ini Jakarta sampai Semarang sudah oke. Nanti Semarang-Surabaya, Banyuwangi, titik yang memerlukan charger kita sampaikan," imbuhnya. 

Seorang pengguna kendaraan listrik Ricky yang ikut dalam touring tersebut mengatakan, mobil listrik nyaman digunakan, dari segi pengendara keterbatasan SPKLU membuat pengemudi diajak untuk mengubah pola berkendara dengan membatasi kecepatan agar batre kendaraan tidak cepat habis. 

Menurutnya, mengguakan mobil listrik jauh lebih hemat. Berdasarkan pengamannya, jika saat menggunakan mobil berbahan bakar fosil dalam sebulan mengeluarkan biaya Rp 3- 4 juta untuk pembelian BBM.

Ketika menggunakan mobil listrik ia hanya mengeluarkan biaya Rp 250 ribu se bulan untuk pengisian batre. 

"Jauh lebih hemat. Pengecasan ultrafast membutuhkan waktu hanya 45 menit, sedangkan jika home charge butuh waktu lebih lama 4-5 jam," ujarnya. 

Selain lebih hemat, adapun keuntungan lain yang didapat saat menggunakan mobil listrik adalah pajak tahunan kendaraan yang murah hanya Rp1,5 juta di Jakarta.

Selain itu keuntungan lain terbebas dari aturan ganjil genap. 

"Tidak ada mantenance ganti oli, segala macam. Jauh lebih irit dari Jakarta-Semarang hanya 130 ribu, kalau bbm bisa ratusan ribu. Harapannya SPKLU ada dimana-mana," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved