Berita Semarang

PGRI Jateng Gelar Training of Trainers Menjadi Kreator Konten Merdeka Belajar

PGRI Jateng mengadakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka di Wisma P4G.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah adakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka yang diikuti puluhan guru dari kabupaten dan kota Jawa Tengah di Wisma P4G Jalan Sriwijaya Kota Semarang pada Jumat (22/7/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah adakan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka di Wisma P4G Jalan Sriwijaya Kota Semarang pada Jumat (22/7/2022).

Pelatihan yang diikuti oleh puluhan guru dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah tersebut dilaksanakan selama 3 hari sejak Jumat (22/7/2022) hingga Minggu (24/7/2022).

Disampaikan oleh Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, M.Hum., pelatihan ini diberikan sebagai penguatan dan mempersiapkan para guru menghadapi Kurikulum Merdeka.

"Pemberlakukan kebijakan Kurikulum Merdeka yang menurut saya waktunya cukup mepet membuat para guru membutuhkan pelatihan dan pendampingan, nampaknya jumlah guru yang memperoleh kesempatan itu masih terbatas," ungkapnya pada Tribun Jateng seusai Pembukaan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka.

Ia menambahkan, sementara bila pelatihan diadakan secara luar jaringan (luring), tidak dapat menjangkau semua guru, padahal kunci dalam melaksanakan kurikulum ada di tangan guru.

Dengan adanya pemberlakuan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pelatihan dan pendampingan guru, PGRI Jawa Tengah hadir untuk memberikan pelatihan tersebut.

Diharapkan, guru yang mendapatkan pelatihan akan menularkan ilmu yang diperoleh pada rekan sejawat di sekolah maupun daerah asalnya.

"Dalam rangka mengakselerasi implementasi Kurikulum Merdeka dibutuhkan banyak konten yang mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka," tambahnya.

Sementara guru tak hanya dituntut untuk bisa mengajar peserta didik secara luring, melainkan juga menyiapkan konten tersebut.

Ia berharap dengan pelatihan ini, peserta bisa mengajarkan ilmu yang diperoleh untuk menghasilkan konten bermuatan pendidikan yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas namun memiliki karakter lokal.

Fauziah, peserta dari Kabupaten Wonosobo mengaku pelatihan kali ini membantunya sebagai guru menghadapi perubahan model pembelajaran.

Ia mengaku cukup kesulitan mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat namun ia sadar kebutuhan siswa tak lagi sama dengan kali pertama ia mengajar.

"Saya sudah mengajar hampir 20 tahun, sangat berbeda dengan saya pertama mengajar, bahkan 10 tahun ke belakang media dan model pembelajaran tidak sebanyak sekarang. Tapi sebagai guru kami harus bisa beradaptasi meskipun prosesnya akan lebih lama dibanding guru-guru yang masih muda," urainya pada Tribun Jateng.

Sebagai guru, ia mengaku pergantian kurikulum memang memberikan tugas tambahan untuknya dan perkembangan teknologi menuntutnya untuk semakin cekatan dengan berbagai perangkat, aplikasi, maupun program.

Meski demikian, Fauziah optimis bisa belajar dan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai pendidik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved