Berita Pekalongan

Saat Olahraga, 4 Polisi di Pekalongan Diseruduk Mobil, AKBP Arief: Sopir dalam Pengaruh Narkoba

Rombongan anggota Polres Pekalongan yang sedang olahraga disruduk sebuah mobil.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Polisi saat membawa pengemudi yang menabrak anggota Polres Pekalongan saat olahraga pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Rombongan anggota Polres Pekalongan yang sedang melakukan olahraga pada Jum'at (22/7/2022) pagi, disruduk sebuah mobil dari arah berlawan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Jalan Tengku Umar, Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Dalam kejadian tersebut, akib

Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Munawwarah saat memperlihatkan mobil yang menabrak anggota saat olahraga.
Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Munawwarah saat memperlihatkan mobil yang menabrak anggota saat olahraga. (Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo)

atnya 3 anggota polri dan seorang PNS Polres Pekalongan, mengalami luka-luka. Dua di antaranya menjalani perawatan di RSUD Kajen, dua lainnya rawat jalan.

"Saat itu, kami dan anggota tengah melaksanakan kegiatan olahraga rutin Jumat pagi. Tiba-tiba dari arah berlawanan (barat) sebuah mobil banting setir ke kanan dan menabrak barisan belakang jalan sehat. 

"Ada empat orang dalam barisan yang tak sempat menghindar lalu tertabrak," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria.

Mobil Toyota Calya bernomor polisi G 9057 UM itu dikemudikan Arif Wijoyosisto (31). Pengemudi warga Petarukan, Kabupaten Pemalang. Namun tinggal di Jakarta sebagai sopir travel gelap.

"Mobil tersebut perjalanan dari Bandung hendak ke Pekalongan. Saat kejadian, melaju dengan kecepatan 60 km/jam."

"Setelah kejadian, pengemudi langsung diamankan ke Mapolres Pekalongan," imbuhnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan tes urin, AKBP Arief mengungkapkan, bahwa pengemudi diketahui dibawah pengaruh narkoba dan sabu-sabu.

"Pengemudi mengakui dirinya dalam pengaruh narkoba jenis heximer dan tarnadon. Hal itu sesuai dengan hasil tes urin. Pengemudi juga mengaku, sebelum menggunakan dua jenis narkoba itu ia mengonsumsi sabu-sabu," imbuhnya.

Meski pengemudi sudah mengakui, Pihaknya akan tetap mengirimkan hasil tes urin ke laboratorium forensik Polda Jateng.

"Ini untuk kepentingan penyidikan," ucapnya.

AKBP Arief menceritakan, dua anggota yang ditabrak tubuhnya langsung terpental dan mengenai kaca mobil, hingga kaca mobil pecah, langsung dilakukan evakuasi dan dibawa ke RSUD Kajen, untuk mendapatkan penanganan medis.

"Empat korban langsung dilarikan ke RSUD Kajen usai kejadian. Dua orang sudah bisa kembali ke rumah. Sementara dua lainnya, hingga siang kemarin, masih dalam penanganan penjahitan luka."

"Dua yang sedang dirawat ini mengalami luka di bagian kepala. Kami meminta untuk dilakukan pemeriksaan ronsen juga," katanya.

Pihaknya menambahkan, setelah ini pihaknya akan mengidentifikasi mobil tersebut. Sebab, usai kejadian pihaknya belum sempat mengecek kelengkapan surat dan fisik mobil. 

"Jadi nanti ada dua pengenaan pasal. Yang pertama terhadap UU lalu lintas, dalam hal ini pasal 310 ayat 3 atau 311 ayat 3 UU Lalu Lintas Nomor 22 tahun 2009 dan juga kami kenakan di pasal 112 dan 127 terkait pengguna psikotropika pada UU nomor 35 tahun 2009," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved