Berita Regional

Warga Bima Blokade Jalan karena Kesal Polisi Belum Tangkap Pelaku Pembunuhan saat Pilkades

Seorang warga tewas dalam kericuhan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, NTB.

bbc
Ilustrasi jenazah 

Ia mengatakan, aksi blokade jalan itu merupakan buntut dari tindakan dugaan pengeroyokan yang menewaskan Muardin, korban kericuhan saat penghitungan suara Pilkades.

Warga setempat menuntut kepada polisi segera mengungkap kasus itu serta menangkap pelaku yang menghilangan nyawa korban.

"Mereka menuntut pelakunya segera ditangkap, padahal kasus ini masih dalam tahap penyelidikan," beber Jufrin

Ia mengatakan, hingga kini polisi masih berupaya mengungkap kasus dugaan pengeroyokan sebagaimana yang diusut pihak keluarga korban. 

Sejumlah langkah yang dilakukan di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelakunya.

"Sebagai tindak lanjut atas laporan pihak keluarga korban, sudah 25 orang saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, polisi belum menemukan petunjuk yang mengarah ke pelaku yang dilaporkan.

"Saksi sudah diperiksa semua, belum ada yang mengarah ke sana (pelaku)," pungkasnya

Sebelumnya diberitakan, Muardin (51), korban luka kericuhan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Rite, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, NTB, dinyatakan meninggal dunia, Sabtu (9/7/2022) sekitar pukul 19.50 Wita.

Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima, sesaat sebelum dirujuk untuk perawatan lanjutan ke RSUP NTB.

Setelah insiden tersebut, pihak keluarga sudah melayangkan laporan ke Mapolres Bima Kota atas dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap korban.

Keluarga mendesak polisi mengusut tuntas kasus ini dan tidak menoleransi siapa pun yang terlibat, baik itu oknum aparat kepolisian, penyelenggara atau masyarakat umum. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desak Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan saat Pilkades, Warga Bima Blokade Jalan"

Baca juga: Permintaan Warga Cemara III Semarang pada Panglima TNI Dan Kapolri Soal Penembakan Istri TNI

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved