Berita Pekalongan

Cegah Kebocoran, Pemkab Pekalongan akan Pungut Retribusi secara Nontunai

Guna mencegah kebocoran, Pemkab Pekalongan akan memungut retribusi secara nontunai.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan
Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Guna mencegah kebocoran, Pemkab Pekalongan akan memungut retribusi secara nontunai.

Hal itu dikatakan Sekda Kabupaten Peka

Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar
Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar (Dok. Prokompim Kabupaten Pekalongan)

longan, M. Yulian Akbar dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Billing Center Implementasi Aplikasi Billing Center Retribusi Daerah Non Pasar, di Hotel Grand Dian, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Akbar panggilan akrabnya Sekda Kabupaten Pekalongan berharap melalui bimtek ini nantinya semua transaksi dapat menjadi non tunai sehingga kebocoran-kebocoran dalam pengelolaan retribusi tidak terjadi lagi, sehingga pendapatan daerah dapat dipungut secara optimal dan bisa semakin meningkat.

"Hasil yang ingin dicapai dalam pelaksanaan bimtek hari ini adalah memudahkan pelayanan kepada masyarakat sebagai wajib retribusi dalam membayar retribusi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan menyetorkan secara nontunai ke rekening kas daerah, sehingga sudah tidak ada lagi transaksi tunai," kata Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (24/7/2022).

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berbasis digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

"Kami telah membentuk Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada tahun 2021. TP2DD memiliki tugas, untuk membuat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah menjadi semakin meningkat dengan berbagai aplikasi yang mendorong digitalisasi pada proses pelayanan publik yang dilakukan," ujarnya.

Kemudian, aplikasi billing center merupakan salah satu alat perekam transaksi retribusi non pasar yang dibangun oleh tim TSI Bank Jateng Pusat yang diperuntukkan pemerintah daerah di lingkungan Provinsi Jawa Tengah.

"Ini merupakan salah satu bentuk upaya Pemkab Pekalongan untuk memperluas cakupan digitalisasi, serta peningkatan dan pengembangan kapasitas (capacity building) aparatur dalam pelayanan retribusi yang dilaksanakan di organisasi perangkat daerah pemungut retribusi daerah, sehingga ada peningkatan pemahaman dari pemangku pelayanan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved